Virus Corona

Peneliti Sebut Golongan Darah A Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona, Sedangkan O Kebal

Studi terbaru dari China menunjukkan, seseorang dengan golongan darah A cenderung lebih rentan terhadap virus corona.

Peneliti Sebut Golongan Darah A Lebih Rentan Terinfeksi Virus Corona, Sedangkan O Kebal
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Tabung penampung darah pasien yang akan dilakukan tes darah di Ruang Carlo Rumah Sakit St Carolus, Jakarta, Kamis (28/11/2019). 

TRIBUNTERNATE.COM - Berdasarkan analisis terhadap data orang yang terinfeksi Covid-19 atau virus corona, memang ada beberapa kelompok orang yang lebih rentan tertular virus ini.

Misalnya saja kelompok pria, berusia lanjut, dan juga perokok.

Studi terbaru dari China menunjukkan, seseorang dengan golongan darah A cenderung lebih rentan terhadap virus corona.

Sementara, mereka yang memiliki golongan darah O lebih resisten atau punya daya tahan lebih baik.

Para peneliti yang mempelajari COVID-19 di pusat wabah di China, yaitu kota Wuhan dan Shenzhen menemukan proporsi pasien golongan darah A yang terinfeksi dan meninggal karena penyakit itu secara signifikan lebih tinggi.

Dokter Handoko yang Viral Tangani Corona Dikabarkan Masuk ICU, Kirana Larasati: Mari Kita Doakan

Arti Istilah Lengkap Virus Corona: ODP, PDP, Suspect, Lockdown hingga Social Distancing

Peneliti membandingkan golongan tersebut dengan mereka yang memiliki golongan darah sama di masyarakat umum.

Sementara, pasien dengan golongan darah O memiliki proporsi lebih kecil untuk terinfeksi dan meninggal dunia karena virus corona.

"Orang-orang dengan golongan darah A perlu memperkuat perlindungan pribadi untuk mengurangi kemungkinan infeksi," tulis para peneliti di Centre for Evidence-Based and Translational Medicine di Wuhan.

c
Pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 melakukan tes tekanan darah saat menjalani perawatan di sebuah pusat pameran yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, Hubei, China (17/2/2020). Data hingga Rabu (19/2/2020) ini, korban meninggal akibat virus corona di China sudah mencapai 2.000 orang setelah dilaporkan 132 kasus kematian baru.(AFP/STR/CHINA OUT)

Dijual Seharga Rp 3,5 Juta, Jepang Rilis Alat Uji Corona yang Hasil Tes Keluar dalam 15 Menit

AS Mulai Uji Coba Vaksin Virus Corona pada Manusia, Ini Sukarelawan Pertama yang Dapat Suntikan

Metode penelitian

Tim peneliti yang dipimpin oleh Wang Xinghuan menyebut studi ini sebagai awal, dan masih banyak studi lain yang harus dilakukan untuk mengembangkan temuan konkret.

Halaman
12
Editor: Rohmana Kurniandari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved