Bentrokan Pecah di Luar Gedung Putih, Donald Trump Dilarikan ke Bunker Bawah Tanah
Trump menghabiskan waktu hampir satu jam di bunker, yang dirancang untuk digunakan dalam keadaan darurat seperti serangan teroris.
TRIBUNTERNATE.COM - Gelombang aksi protes atas kematian George Floyd, pria kulit hitam yang tewas di tangan polisi di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat kian meluas.
Bahkan ratusan pengunjuk rasa menggelar aksi protes di luar Gedung Putih.
Agen Dinas Rahasia AS bergegas membawa Presiden Donald Trump ke bunker Gedung Putih pada Jumat malam ketika ratusan pengunjuk rasa berkumpul di luar Gedung Putih.
Berdasarkan laporan AP, beberapa dari mereka melemparkan batu dan menembus barikade polisi.
Diberitakan, sumber AP membisikkan, Trump menghabiskan waktu hampir satu jam di bunker, yang dirancang untuk digunakan dalam keadaan darurat seperti serangan teroris.
Keputusan tiba-tiba oleh para agen Secret Service menggarisbawahi suasana kacau di dalam Gedung Putih, di mana teriakan dari pengunjuk rasa di Lafayette Park dapat terdengar sepanjang akhir pekan dan agen-agen Dinas Rahasia dan petugas penegak hukum berjuang untuk menahan kerumunan.
• London Dibanjiri Demonstran, Ribuan Massa Protes atas Kematian George Floyd Menjalar sampai ke Eropa
Aksi protes pada Jumat (29/5/2020) lalu dipicu oleh kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah lehernya dijepit oleh seorang polisi kulit putih Minneapolis.
Demonstrasi di Washington berubah menjadi kekerasan dan tampaknya mengejutkan petugas. Mereka memicu salah satu peringatan tertinggi di kompleks Gedung Putih sejak serangan 11 September 2001.
"Gedung Putih tidak mengomentari protokol dan keputusan keamanan," kata juru bicara Gedung Putih Judd Deere.
Secret Service mengatakan tidak membahas cara dan metode operasi perlindungannya. Kepindahan presiden ke bunker pertama kali dilaporkan oleh The New York Times.
• Kematian George Floyd Picu Kerusuhan Besar, Kini Meluas Hampir ke Seluruh Amerika Serikat
Sekitar satu jam kemudian Trump menuliskan tweeted "BERITA PALSU!". Namun tidak jelas apakah ia merujuk pada cerita Times.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, situasi di Amerika Serikat tampak mencekam.
Belasan kota besar di seluruh Amerika Serikat memperpanjang jam malam hingga Minggu (31/5/2020) malam.
Banyak tentara penjaga nasional dikerahkan, seiring langkah AS yang tengah bersiap untuk menghadapi kerusuhan lebih lanjut setelah terjadi ledakan bentrokan antara polisi dan pengunjuk rasa.
Melansir South China Morning Post, konfrontasi antara pengunjuk rasa dan polisi dan penjarahan terus berlangsung.