Sempat Diragukan, Novel Baswedan Beri Penjelasan Kenapa Hanya Mata yang Luka Terkena Air Keras

Penyidik senior KPK Novel Baswedan memberikan penjelasan terkait luka bakar di wajah dan matanya akibat penyiraman air keras.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyampaikan kata sambutan pada acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja, di pelataran gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/7/2018). Kegiatan itu sekaligus diselenggarakan untuk memperingati 16 bulan kasus penyerangan Novel Baswedan yang belum menunjukkan titik terang. 

TRIBUNTERNATE.COM - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memberikan penjelasan terkait luka bakar di wajah dan matanya akibat penyiraman air keras. 

Menjadi korban penyiraman air keras hingga menyebabkan satu matanya buta, nyatanya Novel Baswedan masih sempat diragukan sejumlah pihak.

Pihak-pihak tersebut mempertanyakan kenapa hanya mata Novel Baswedan yang luka terkena air keras, sedangkan wajahnya tidak terbakar.

Saat hadir dalam program acara Mata Najwa pada Rabu (17/6/2020), Novel pun memberikan penjelasan terkait hal itu.

"Ketika saya pertama kali disiram air keras, penanganan pertama ada saya siram dengan diguyur air sampai lama," kata Novel di hadapan Najwa Shihab selaku pembawa acara. 

Istana Sebut Jokowi Tak Bisa Intervensi Kasus Novel: Kalau Tidak Puas, Silakan Ajukan Banding

Setelah itu, kata Novel, ia langsung dibawa ke rumah sakit di daerah Kelapa Gading.

Di sana, Novel mengaku langsung ditangani oleh dokter yang fokus menangani luka bakar.

"Saya dibius total, dibawa ke ruang operasi dan dilakukan penanganan yang khusus dengan disiram air murni dan lain-lain, saya tidak melihat tapi saya diceritain. Setelah itu diberikan kasa basah di wajah saya agar sel-selnya tidak mati," ujar Novel.

Begitu pula saat ia menjalani perawatan di rumah sakit di Singapura.

"Setelah saya dibawa ke Singapura, selain pengobatan mata, fokusnya adalah mengobati luka bakar."

Halaman
1234
Penulis: Rohmana Kurniandari
Editor: Wahid Nurdin
Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved