Jumat, 24 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Jet Tempur China Kembali Serbu Langit Taiwan ke-6 Kalinya dalam 11 Hari

Pesawat angkatan udara China mendekati Taiwan pada hari Jumat (19/6) untuk keenam kalinya dalam 11 hari.

Editor: Sansul Sardi
seawaves
Pesawat tempur 

Belakangan, hubungan antara Taiwan dan China semakin memanas.

Militer China meningkatkan manuver di dekat Taiwan, pulau yang Beijing klaim sebagai wilayahnya.

Dalam satu setengah minggu terakhir, Angkatan Udara Taiwan mengatakan, pesawat tempur China melakukan pendekatan ke wilayah negara berpenduduk 23,5 juta jiwa itu sebanyak enam kali. 

Terakhir, jet tempur Angkatan Udara China mendekati Taiwan pada Jumat (19/6).

Ini untuk keempat kalinya dalam empat hari terakhir pesawat tempur Tiongkok melakukannya.

Angkatan Udara Taiwan menyatakan, jet tempur J-10 China terlibat dalam pendekatan tersebut, tapi tidak memerinci jumlah pesawat yang memasuki zona identifikasi pertahanan udara Taiwan di Barat Daya itu.

"Angkatan Udara China mendapat peringatan lisan untuk pergi (terlebih dahulu), dan jet tempur Taiwan merespons," kata Angkatan Udara Taiwan, Jumat (19/6), seperti dikutip Reuters.

China belum mengatakan di depan umum, mengapa mereka meningkatkan aktivitasnya di dekat Taiwan.

Tetapi sebelumnya, Tiongkok menggambarkannya sebagai latihan rutin dan bermaksud menunjukkan tekad untuk mempertahankan kedaulatannya.

Angkatan Udara Taiwan, yang memodernisasi jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat, secara rutin berpatroli di atas Selat Taiwan yang sensitif, yang memisahkan wilayahnya dari tetangganya yang jauh lebih besar, China.

China sejauh ini tidak pernah menggunakan kekuatan untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya, meskipun pulau itu tidak menunjukkan keinginan untuk ada di bawah perintah Beijing.

China telah meningkatkan aktivitas militernya, termasuk mengirim kapal induk di dekat wilayahnya, sejak Tsai Ing-wen terpilih kembali sebagai Presiden Taiwan pada pemilihan Januari lalu.

Meski begitu, Taiwan tidak gentar.

China-AS Memanas: Gegara Pesawat Militer Amerika Serikat, Jet Tempur China Serbu Langit Taiwan

Viral WNI di Taiwan Positif Terkena Virus Corona, Nekat Main Tik Tok di RS, Terancam Kena Sanksi Ini

Dalam pidato pelantikannya untuk masa jabatan keduanya dan terakhir pada 25 Mei lalu, Tsai menegaskan, Taiwan adalah negara merdeka yang dia sebut sebagai Republik China, dan tidak ingin menjadi bagian dari Republik Rakyat Tiongkok.

Taiwan terus memperkuat pertahanannya.

Sumber: Kontan
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved