Sederet Kontroversi Ferdinand Hutahaean, Kerap Kritik Jokowi Kini Mundur dari Partai Demokrat
Ferdinand menjelaskan, sejumlah alasan hingga memutuskan untuk hengkang dari partai berlambang mirip logo mercy itu.
TRIBUNTERNATE.COM - Sosok Ferdinand Hutahaean mendadak disoroti publik.
Sebab Ferdinand mendadak mengundurkan diri dari Partai Demokrat karena merasa tak lagi sepemikiran dengan partai yang dipimpin Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tersebut.
"Ya betul, saya memang telah resmi umumkan mengundurkan diri lewat akun Twitter saya," terang Ferdinand Hutahaean dilansir dari Kompas.com.
Ferdinand menjelaskan, sejumlah alasan hingga memutuskan untuk hengkang dari partai berlambang mirip logo mercy itu.
Baca juga: Ferdinand Hutahaean Mundur dari Partai Demokrat, Perbedaan Prinsip Jadi Alasan Utama
Baca juga: Ferdinand Hutahaean Naik Pitam saat Ditanya Geisz Chalifah Bersekolah SMA Dimana: Saya Nggak Sekolah
Perbedaan prinsip dan cara pandang terkait isu nasional menjadi alasan utama.
TONTON JUGA:
Ferdinand Hutahaean menyatakan, tak lagi memiliki kesamaan cara pandang dengan para pengurus partainya.
"Terakhir kemarin cara pandang terhadap UU Cipta Kerja yang sangat mendasar bagi saya semakin menguatkan pilihan saya untuk mundur," imbuh Ferdinand Hutahaean.
Bahkan, lanjut Ferdinand, dirinya pun memiliki perbedaan prinsip dengan cara untuk pengelolaan partai yang membuatnya merasa tak nyaman lagi.
Hal ini pula yang memutuskannya untuk segera pergi dari Demokrat meski dirinya menjabat sebagai Kepala Biro ESDM Departemen VII Energi Sumber Daya Mineral di partai tersebut.
"Daripada jadi konflik di internal, lebih baik saya pergi dengan keyakinan prinsip politik saya bahwa kepentingan bangsa jauh di atas segalanya, termasuk di atas kepentingan politik kelompok. Maka saya bersikap untuk pergi dan mundur," papar Ferdinand Hutahaean.
Dituding Penjilat
Sebelum menyatakan mundur, Ferdinand menulis beberapa unggahan mengenai tudingan yang diterimanya. Ferdinand dituding sebagai penjilat.
Tudingan tersebut dijawabnya dalam unggahan pertama.
"Penjilat..? Hahaha sy harus tertawakan tuduhan itu kpd sy. Apa yg mau sy jilat? Siapa yg mau sy jilat? Jokowi? Ahhh dr dulu kalau sy punya mental penjilat, tak akan sy tinggalkan Jokowi krn beda prinsip ttg Subsidi dan Pembangunan. Kalau sy penjilat sdh jd pejabat saya dr dulu," tulis Ferdinand.