Varian Baru Virus Corona dari Inggris Tiba di Jepang dan Prancis
Kabar terbaru melaporkan, 5 kasus varian baru virus corona telah ditemukan di Jepang. Satu kasus positif telah dikonfirmasi di Prancis.
"Otoritas kesehatan telah melakukan pelacakan kontak untuk para profesional kesehatan yang merawat pasien," kata kementerian dalam sebuah pernyataan.
Pernyataan juga menerangkan, kontak yang dianggap rentan juga akan diisolasi.
Kementerian menambahkan, hingga saat ini, beberapa sampel positif yang mungkin menunjukkan varian VOC 202012/01 sedang diurutkan oleh laboratorium spesialis Institut Pasteur.
Sebelumnya, Jepang telah melarang masuknya wisatawan dari Inggris selain dari warga negara dan penduduk Jepang yang kembali.
Sementara itu, Prancis baru saja menyetujui kesepakatan untuk meringankan larangan perjalanan bagi orang yang datang dari Inggris.
Diketahui juga, varian baru telah terdeteksi di Australia dan Denmark sebelumnya.
Padahal, kontrol perbatasan telah dilakukan dengan sangat ketat.

Varian kedua dari virus corona dari Afrika Selatan juga telah mencapai Inggris.
Para ilmuwan percaya, varian kedua ini lebih menyerang orang yang lebih muda.
Varian ini juga disebut sedikit lebih kebal terhadap vaksin.
Namun, penelitian masih terus berlanjut memastikan ancaman yang ditimbulkan oleh varian tersebut.
Varian baru ini juga tampaknya tidak memicu gejala yang lebih serius atau memerlukan perawatan berbeda, menurut para ahli.
Ada juga beberapa kekhawatiran bahwa banyaknya mutasi individu dari varian Afrika Selatan dapat menginfeksi kembali individu yang telah tertular virus dan sembuh.
Pembatasan Internasional
Varian baru ini menghadirkan kontrol perjalanan yang lebih ketat di seluruh dunia.