MUI Keluarkan Fatwa untuk Vaksin Covid-19 Buatan Sinovac: Suci dan Halal

Namun demikian, kata Ni'am, fatwa utuh MUI terkait vaksin Covid-19 Sinovac baru akan dikeluarkan setelah hasil uji BPOM keluar.

Editor: Rizki A
AFP/NICOLAS ASFOURI
Satu paket vaksin eksperimental untuk Covid-19 di Quality Control Laboratory di the Sinovac Biotech, Beijing, China. Gambar diambil pada 29 April 2020. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pemerintah akan menggelar proses vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan vaksin buatan Sinovac.

Namun, penggunaan vaksin Covid-19 Sinovac tidak hanya menanti izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (eua) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Namun, juga fatwa kehalalan vaksin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kini, MUI telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac, China yang dibeli Pemerintah Indonesia, suci dan halal.

Hal tersebut merupakan hasil sidang komisi fatwa MUI yang digelar pada Jumat (8/1/2020) siang.

"Setelah dilakukan diskusi panjang dari penjelasan aduitor, maka komisi fatwa menyepakti bahwa vaksin Covid-19 yang diproduki Sinovac, suci dan halal," ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am dalam konferensi pers secara virtual, Jumat sore.

Baca juga: Komnas HAM: Kasus Tewasnya 4 Laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 adalah Pelanggaran HAM

Baca juga: PM Australia: Keluarga 88 Korban Bom Bali Cemas Melihat Abu Bakar Baasyir Bebas dari Penjara

Baca juga: Tri Rismaharini: Lihat Mereka Tidur di Gerobak, Saya Manusia Apa kalau Saya Diam Saja?

Baca juga: BNPT Tetap Lakukan Program Deradikalisasi terhadap Abu Bakar Baasyir Meski Sudah Bebas Murni

Baca juga: Tanggapi Isu Chacha Sherly Terlantar di RS, Sahabat: Rumah Sakit Beri Perawatan yang Terbaik

Seiring dengan itu, MUI pun telah mengeluarkan fatwa yang menyatakan bahwa vaksin Covid-19 produksi Sinovac yang sudah ada di Indonesia halal.

Namun demikian, kata Ni'am, fatwa utuh MUI terkait vaksin Covid-19 tersebut baru akan dikeluarkan setelah hasil uji Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluar.

Terutama untuk menentukan terkait keamanan, kualitas, dan kemanjuran dari vaksin tersebut.

"Jadi fatwa utuhnya akan disampaikan setelah BPOM menyampaikan mengenai aspek keamanan untuk digunakan apakah (vaksin) aman atau tidak. Fatwa akan melihat aspek ke-thoyib-an itu," kata dia.

Niam memastikan, kebolehan penggunaan vaksin Covid-19 tersebut sangat terkait dengan keputusan atas aspek keamanan dari BPOM.

"Dengan demikian, fatwa MUI terkait produk vaksin Covid-19 dari Sinovac, China ini akan menunggu final dari BPOM mengenai aspek ke-thoyiban-nya," kata dia,

Adapun MUI telah melakukan audit lapangan terhadap vaksin Sinovac sejak vaksin masih berada di Beijing, China hingga tiba di Tanah Air dan disimpan di PT Bio Farma, Bandung.

Dari hasil audit lapangan tersebut, tim dari MUI pun melakukan sidang komisi fatwa untuk menentukan kehalalan vaksin.

Saat ini sudah terdapat 3 juta dosis vaksin Sinovac di Indonesia dan sudah didistribusikan ke sejumlah daerah.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "MUI: Vaksin Covid-19 dari Sinovac Suci dan Halal"
Penulis : Deti Mega Purnamasari

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved