Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Info BMKG

Sesar Lembang di Jawa Barat Masih Aktif, Daryono BMKG: Tak Seorang pun Tahu Kapan Gempa Kuat Terjadi

Keaktifan Sesar Lembang ditunjukkan dengan adanya aktivitas gempa-gempa kecil yang masih terjadi di sepanjang jalurnya.

BMKG via Kompas.com
Peta aktivitas gempa bumi di Indonesia tahun 2019. 

TRIBUNTERNATE.COM - Provinsi Jawa Barat, Indonesia dikenal memiliki sejumlah sesar yang aktif sehingga rawan terjadi gempa bumi.

Salah satu sesar yang masih aktif adalah Sesar Lembang.

Dalam unggahan yang dikirim pada Rabu (27/1/2021) di akun Instagram @daryonobmkg, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Daryono memberikan penjelasan mengenai Sesar Lembang.

Jalur Sesar Lembang terletak sekitar 10 kilometer arah utara Kota Bandung dan memiliki panjang 25-30 kilometer dengan bentangan arah barat-timur.

Hasil kajian para ahli menunjukkan Sesar Lembang masih aktif dan memiliki magnitudo gempa tertarget sebesar 6.8.

Namun Daryono menegaskan, hingga saat ini tidak ada seorang pun atau teknologi apa pun yang bisa mengetahui kapan gempa kuat akan terjadi.

Sehingga, menurut Daryono, masyarakat harus melakukan upaya mitigasi konkret demi keselamatan apabila terjadi gempa bumi.

Yakni, dengan membangun rumah tahan gempa dan mempelajari panduan keselamatan saat terjadi gempa.

Ilustrasi gempa bumi
Ilustrasi gempa bumi (Pixabay.com)

Dalam penjelasan yang diuraikan oleh Daryono, keaktifan Sesar Lembang ditunjukkan dengan adanya aktivitas gempa-gempa kecil yang masih terjadi di sepanjang jalurnya.

Tercatat, ada beberapa kali gempa dengan magnitudo terbilang kecil dari tahun 2011 hingga 2017.

Misalnya, gempa bumi magnitudo 3.3 yang terjadi pada  28 Agustus 2011.

Meski magnitudonya hanya 3.3, gempa terjadi dengan kedalaman yang sangat dangkal. Sehingga mengakibatkan dampak yang signifikan.

Akibat gempa itu, tercatat 384 rumah warga di Kampung Muril, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat mengalami kerusakan.

Baca juga: Ingatkan Kapolri Listyo Sigit, Komisi III DPR: Jangan Sampai Kewenangan Pam Swakarsa Kebablasan

Baca juga: Dua Rumah Mewah Rp1,7 Miliar di Perumahan Elite Citraland Bandar Lampung Hancur Terseret Longsor

Baca juga: Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Jokowi: Tidak Terasa, Sekarang Sama Saja

Peta aktivitas gempa bumi di Indonesia tahun 2019.
Peta aktivitas gempa bumi di Indonesia tahun 2019. (BMKG via Kompas.com)

Kemudian, ada gempa bumi dengan magnitudo 2.8 pada 14 Mei 2017 dan magnitudo 2.9 pada 18 Mei 2017.

Dampak kedua gempa itu dirasakan dengan skala intensitas II-III MMI, tetapi tidak menimbulkan kerusakan yang signifikan.

Daryono menyebutkan, upaya monitoring Sesar Lembang oleh BMKG sudah dilakukan sejak lama.

Pada 1 Januari 1963 BMKG mulai memasang dan mengoperasikan Seismograph WWSSN (World Wide Standardized Seismograph Network) pertama kali di Lembang.

Jenis seismograf ini adalah Benioff Short Period 3 Komponen dan Sprengneter Long Period 3 Komponen.

Selain untuk memonitor gempa di wilayah Indonesia, seismograf ini juga dapat memonitor aktivitas Sesar Lembang.

Daryono menjelaskan, para pegawai BMKG juga sejak lama sudah mengamati adanya catatan gempa-gempa lokal pada seismogram analog di sekitar Lembang.

Berkat jaringan monitoring gempa digital (digital seismic network) yang dioperasikan BMKG, aktivitas gempa di jalur Sesar Lembang sejak tahun 2008 mulai dapat dimonitor dengan lebih baik.

Jaringan monitoring itu menggunakan sensor gempa dengan kawasan frekuensi yang lebar (broadband).

Namun, ini bukan berarti bahwa tidak ada aktivitas gempa bumi di Sesar Lembang sebelum tahun 2008.

Sebelum tahun 2008, aktivitas gempa bumi di Sesar Lembang masih jarang teridentifikasi karena belum ada banyak sensor gempa seperti sekarang ini.

Baca juga: Spanduk Bertuliskan Presiden Terburuk Melayang di Atas Rumah Donald Trump di Florida

Baca juga: Penyesalan Deden, Anak yang Gugat Ayahnya Rp3 Miliar: Minta Maaf, Ingin Sujud di Kaki Orangtua

Baca juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus 1 Juta: Duka Pemerintah, Sorotan Media Asing, Tanggapan Internis

Daftar Sesar Aktif di Wilayah Jawa Barat

1. Sesar Cimandiri 

Wilayah yang dilalui Sesar Cimandiri ini meliputi Pelabuhanratu, Sukabumi, Cianjur hingga Padalarang

2. Sesar Cipamingpis

Wilayah yang dilalui Sesar Cipamingpis adalah bagian timur wilayah Sukabumi dan wilayah barat Cianjur (sudah realease tahun 2018)

3. Sesar Lembang

Daerah Cimahi, Lembang dan Kota Bandung adalah wilayah yang dilalui Sesar Lembang ini.

4. Sesar Garsela

Hanya satu wilayah yang dilalui oleh Sesar Garsela ini yaitu Kabupaten Garut dan sekitarnya.

5. Sesar Baribis

Untuk sesar aktif terakhir yaitu Sesar Baribis ini meliputi Majalengka, Kuningan, Subang Selatan, Purwakarta (sudah release tahun 2019 dan 2020).

Berdasarkan hasil analisis BMKG mengenai kondisi seismisitas atau kegempaan di Jawa Barat sejak tanggal 1-23 Januari 2021, tercatat ada 79 gempa bumi yang terjadi.

Dari 79 peristiwa gempa tersebut, ada empat gempa yang dirasakan guncangannya cukup kuat oleh warga sekitar yakni di Banten, Sukabumi, Garut, serta Tasikmalaya.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "BMKG: Jawa Barat Banyak Sesar Aktif, Masyarakat Perlu Waspada Potensi Gempa Bumi"

(TribunTernate.com/Rizki A.) (Kompas.com/Ellyvon Pranita)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved