Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Mengenal Militer Myanmar, Terduga Pembantai Muslim Rohingya, Kini Tangkap Aung San Suu Kyi

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi ditahan oleh militer. Siapakah militer Myanmar itu?

Kompas.com
Tentara Militer Myanmar. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi dan tokoh senior lainnya dari Partai Liga Nasional untuk Demokrasi ditahan oleh militer negara setempat.

Penahanan ini dilakukan pada serangan dini hari, Senin (1/2/2021).

Tindakan yang diambil oleh militer ini dilakukan setelah berhari-hari terjadi ketegangan yang terus meningkat antara pemerintah sipil dan militer.

Ketegangan antara pemerintah sipil dan militer ini kuat sehingga menimbulkan ketakutan akan adanya kudeta militer.

Ketegangan ini terjadi setelah pemilihan umum yang dinilai curang oleh pihak militer.

Aung San Suu Kyi
Aung San Suu Kyi (Kompas.com)

Baca juga: Pemimpin Aung San Suu Kyi Ditangkap, Militer Myanmar Ambil Alih Negara Selama Setahun

Baca juga: Aung San Suu Kyi Ditahan Militer, Server Internet Myanmar Down, Myanmar Terancam Kudeta

Siapa sebenarnya militer Myanmar yang berani mengambil langkah konfrontatif menahan pemimpin negaranya ini?

Militer Myanmar

Myanmar diperintah selama beberapa dekade oleh junta militer.

Junta militer ini memenjarakan ribuan aktivis demokrasi, cendekiawan dan jurnalis Myanmar.

Dikutip TribunTernate.com dari Politico, pada tahun 2000-an, Myanmar mulai mengambil langkah-langkah untuk membuka sistemnya.

Myanmar mencoba membuka jalan bagi pemerintahan sipil yang terbatas.

Negara yang beribukota di Naypyitaw ini telah mengadakan pemilihan umum yang bebas dalam dekade terakhir.

Selain itu, dalam rangka membuka sistem negaranya, negara yang terletak di Asia Tenggara ini melakukan banyak langkah lain dalam rangka mendukung kebebasan berbicara dan perdagangan bebas.

Kemajuan Myanmar menuju demokrasi ini dipuji dan sangat didorong oleh pemerintahan Amerika Serikat (AS) yang saat itu diperintah oleh Obama, di mana Biden menjabat sebagai wakil presiden.

Presiden Barack Obama pada saat itu, mencabut banyak sanksi ekonomi terhadap Myanmar agar lebih mendorong demokratisasi bagi Myanmar.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved