PM Johnson Siap Buka Sekolah Meski Virus Corona Baru dari Afrika Selatan Berkembang di Inggris
PM Boris Johnson, persiapkan penerapkan kebijakan membuka kembali sekolah, meski varian virus corona baru dari Afrika Selatan berkembang di Inggris.
Sementara itu, saat ini sedang dilakukan tes Covid-19 door-to-door di delapan bagian Inggris di mana dikhawatirkan varian baru menyebar di masyarakat.
Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk melacak persebaran virus yang telah bermutasi.
Menurut para ahli, jika varian baru ini menyebar, dapat menghambat proses vaksinasi.
Pejabat kesehatan Inggris akan bergabung dengan polisi setempat, anggota dewan dan petugas pemadam kebakaran untuk mengunjungi rumah-rumah di beberapa daerah di seluruh Inggris.
Diperkirakan sebanyak 350.000 orang di daerah yang diduga menjadi tempat penyebaran varian baru, telah diminta untuk tinggal di rumah, seperti dilansir dari Daily Mail UK.
Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, mengatakan orang-orang di daerah tersebut harus melakukan tindakan pencegahan ekstra khusus.
Hal ini lantaran ancaman wabah varian baru tersebut sangat menular.
Hancock menyampaikan hal ini pada konferensi pers Senin (1/2/2021) malam di Downing Street.
Perintah untuk tinggal di rumah, ditujukan kepada semua orang, akan tetapi khususnya sangat penting bagi orang-orang di area tersebut untuk meminimalkan semua kontak sosial dan melakukan tes.
Kesehatan Masyarakat Inggris telah menemukan 105 kasus varian Afrika Selatan 'B.1.351' sejak 22 Desember, tersebar di delapan wilayah yang menerima pengujian tambahan.
Termasuk setidaknya ada 11 orang yang terkena virus varian baru dari Afrika Selatan ini, tetapi tidak memiliki riwayat perjalanan internasional.
Hancock mengatakan, telah dilakukan pelacakan kontak untuk mengisolasi kontak dekat 11 pasien tersebut.
Saat ini tidak ada bukti bahwa varian baru tersebut menyebabkan penyakit yang lebih parah.
Selain itu, penelitian awal menunjukkan bahwa vaksin yang digunakan saat ini dapat berfungsi cukup baik untuk memproteksi.
Para ahli di Inggris khawatir karena kemungkinan ada ratusan kasus lagi sudah berkembang di Inggris.
Hal ini karena Kementerian Kesehatan Inggris hanya menganalisis satu dari 10 sampel positif acak dan strain tersebut tidak dapat ditemukan dalam tes PCR standar.
Sementara itu, seluruh swab yang dikonfirmasi positif Covid-19 akan dikirim ke laboratorium untuk pengujian lebih lanjut.
(TribunTernate.com/Qonitah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/perdana-menteri-inggris-boris-johnson.jpg)