Breaking News:

Virus Corona

Beredar Vaksin Covid-19 Palsu di China, Polisi Tangkap 80 Tersangka, 3.000 Dosis Vaksin Palsu Disita

Beredar Vaksin Covid-19 palsu di China. Polisi telah menangkap 80 orang lebih tersangka, dan 3.000 dosis vaksin palsu disita.

europeanpharmaceuticalreview.com
ILUSTRASI vaksin Covid-19. 

Sebanyak 3.000 dosis vaksin Covid-19 palsu disita dalam penangkapan itu.

Penangkapan 80 orang lebih tersangka ini termasuk dalam rangka kampanye khusus yang dilakukan China untuk menindak kejahatan vaksin.

Para tersangka telah mengambil untung dari pembuatan dan penjualan vaksin palsu sejak September 2020.

Menurut keterangan tersangka yang ditangkap, kemungkinan komplotannya akan berencana untuk mengirim vaksin palsu tersebut ke luar negeri.

Sumber itu juga mengatakan, ada sekelompok orang yang telah menyelundupkan vaksin ke Afrika, seperti dikutip dari Global Times.

Meski demikian, belum diketahui bagaimana mereka berhasil melakukan penyelundupan itu.

Menurut laporan tersebut, tersangka membuat vaksin Covid-19 palsu dengan menyuntikkan garam ke dalam jarum suntik dan menjualnya dengan harga tinggi.

"'Vaksin' yang diisi dengan garam pasti tidak akan berpengaruh, tetapi juga tidak akan menyebabkan masalah kesehatan, jadi jelas bahwa tersangka menginginkan uang, bukan menyakiti orang," kata Tao Lina, seorang ahli vaksin yang berbasis di Shanghai.

Kementerian Keamanan Publik China meluncurkan kampanye khusus untuk menindak produksi ilegal dan penjualan vaksin palsu, penyelundupan, vaksinasi ilegal dan kejahatan terkait vaksin lainnya.

Meskipun identitas penerima vaksin palsu masih belum diketahui, Tao mengatakan, tidak mungkin lembaga vaksinasi yang terdaftar secara resmi oleh pusat pengendalian dan pencegahan penyakit menjadi salah satu penerimanya.

Di China, setiap kotak vaksin memiliki kode unik yang harus dipindai selama proses vaksinasi untuk memastikan keasliannya.

Namun demikian, masih ada pula kemungkinan kode tersebut tidak dipindai selama proses vaksinasi darurat.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Penulis: Qonitah Rohmadiena
Editor: Rohmana Kurniandari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved