Virus Corona
Angka Kasus Kematian akibat Covid-19 Lampaui 500.000, Amerika Serikat Berduka
Pada Senin (22/2/2021), jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat telah melampaui angka 500.000.
TRIBUNTERNATE.COM - Pandemi virus corona penyebab penyakit Covid-19 telah berlangsung selama kurang lebih satu tahun.
Dalam kurun waktu tersebut, angka kasus infeksi secara global telah mencapai lebih dari 100 juta kasus.
Per Selasa (23/2/2021) pukul 02:11 GMT atau 09.00 WIB, total kasus infeksi mencapai 112.258.917.
Sementara, kasus kematian secara global tercatat sebesar 2.485.295 dan 87.784.683 dinyatakan sembuh.
Dari angka tersebut, Amerika Serikat menjadi negara dengan kasus infeksi sekaligus kasus kematian tertinggi akibat Covid-19.
Pada Senin (22/2/2021), jumlah kasus kematian akibat Covid-19 di Amerika Serikat telah melampaui angka 500.000.
Ada lebih dari 28 juta kasus infeksi Covid-19 di AS dan 500.054 kasus kematian yang tercatat pada Senin siang waktu setempat, menurut data kesehatan publik Reuters, sebagaimana dikutip dari laman Channel News Asia.
Meski demikian, angka kasus harian dan hospitalisasi telah menurun pada level terendah sejak liburan Natal dan Thanksgiving.
Sekitar 19 persen dari total kasus kematian akibat Covid-19 secara global terjadi di Amerika Serikat.
Ini merupakan angka yang terlalu besar bagi negara yang jumlah populasi penduduknya hanya 4 persen dari total populasi dunia.
Amerika Serikat juga memiliki tingkat kematian per 100.000 penduduk tertinggi, di bawah Belgia, Inggris, dan Italia.
Dengan total kasus kematian akibat Covid-19 di atas 500.000, ini artinya rata-rata satu dari 673 penduduk AS meninggal dunia karena penyakit tersebut.
Baca juga: Belasan Mobil Mewah yang Diborong Para Miliarder Dadakan di Tuban Rusak, Pemilik Belum Bisa Nyetir
Baca juga: Sopir Bus Intra Serahkan Diri ke Polisi, Sempat Kabur setelah Kecelakaan Tewaskan 9 Orang
Baca juga: WHO Sebut Vaksin Saat Ini Kemungkinan Tak Efektif untuk Varian Baru Virus Corona dari Afrika Selatan

ANGKA "MENGEJUTKAN"
"Angka-angka ini mengejutkan," kata Dr. Anthony Fauci, pakar sekaligus penasihat penyakit menular Presiden Joe Biden dalam program Good Morning America dari ABC News.
"Jika Anda melihat ke belakang secara historis, kita telah melakukan langkah yang lebih buruk jika dibandingkan dengan hampir semua negara lain, dan kita adalah negara yang sangat maju dan kaya."