Vaksin Covid-19 AstraZeneca Sebabkan Pendarahan, Beberapa Negara di Eropa Tangguhkan Izin Penggunaan
Beberapa negara di Eropa menanggukan izin penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca, setelah munculnya kasus pendarahan pasca penyuntikan vaksin tersebut
Norwegia telah memberikan suntikan 121.820 dosis vaksin AstraZeneca sebelum menghentikan penggunaannya pada Kamis (11/3/2021).
Keputusan tersebut dipicu oleh adanya sebuah kasus di Denmark, di mana seseorang meninggal karena trombosis segera setelah disuntik vaksin Astra Zeneca.
Meski demikian, otoritas Denmark belum dapat menunjukkan kaitan kematian orang itu dengan disuntikannya vaksin Astra Zeneca tersebut.

Seorang Wanita di Bulgaria Meninggal 15 Jam Pasca-disuntik Vaksin AstraZeneca
Sementara itu, pemerintah Bulgaria menghentikan izin penggunaan sementara vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca pada Jumat (12/3/2021).
Keputusan ini diambil oleh pemerintah Bulgaria setelah seorang wanita meninggal beberapa jam setelah menerima suntikan vaksin AstraZeneca.
"Sampai semua keraguan (kepada vaksin AstraZeneca) hilang, kami menghentikan vaksinasi dengan vaksin ini," kata Perdana Menteri Bulgaria, Boyko Borissov, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Bulgaria, Kostadin Angelov, mengatakan seorang wanita 57 tahun dari sebuah desa di Bulgaria selatan, meninggal karena gagal jantung sekitar 15 jam setelah menerima suntikan AstraZeneca pada Kamis (11/3/2021).
"Ini hanya tindakan pencegahan," kata Angelov.
Selain itu, Angelov juga mengimbau bagi mereka yang sudah divaksin AstraZeneca untuk tetap tenang.
Angelov mengatakan, pihaknya belum memiliki data resmi yang menyatakan kematian wanit aitu terkait dengan penyuntikan vaksin AstraZeneca.
Dikatakan Angelov, wanita yang meninggal itu memiliki riwayat penyakit jantung dan menderita obesitas.
Angelov mengatakan, penyelidikan medis atas kematian wanita tersebut akan siap diumumkan dalam tujuh hari.
Namun, menurut Angelov, hasil otopsi tidak menemukan adanya gumpalan darah dalam tubuh wanita itu.
Pemerintah Bulgaria masih tetap mempercepat peyuntikan vaksin dengan menggunakan vaksin Pfizer dan Moderna.