Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Guru di Italia Meninggal Pasca Disuntik Vaksin AstraZeneca, Belanda Ikut Tangguhkan Izin Penggunaan

Belanda turut bergabung ke dalam daftar negara Eropa yang menangguhkan izin penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

South China Morning Post
Ilustrasi Suntikan Vaksin. 

TRIBUNTERNATE.COM - Belanda turut bergabung ke dalam daftar negara Eropa yang menangguhkan izin penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca.

Pemerintah Belanda mengambil keputusan ini lantaran munculnya kekhawatiran efek samping pembekuan darah, ditambah dengan adanya kabar kematian seorang guru di Italia yang meninggal pasca disuntik vaksin yang diproduksi di Oxford, Inggris tersebut.

Pemerintah Belanda mengumumkan bahwa izin penggunaan vaksin tersebut ditangguhkan hingga 29 Maret 2021 sebagai tindakan pencegahan.

Keputusan ini juga diambil berdasarkan laporan dari beberapa negara di Eropa seperti Denmark dan Norwegia tentang efek samping vaksin AstraZeneca yang berpotensi serius.

Pemerintah Norwegia melaporkan pada Sabtu (13/3/2021) bahwa tiga tenaga kesehatannya yang baru-baru ini menerima suntikan vaksin AstraZeneca dirawat di rumah sakit karena pendarahan, pembekuan darah dan jumlah trombosit darah yang rendah.

Belanda adalah negara kelima yang menangguhkan izin penggunaan vaksin AstraZeneca setelah Irlandia, Denmark, Islandia, dan Norwegia.

Sementara itu, Italia dan Austria menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca yang diproduksi pada satu batch tertentu.

Pada Minggu (14/3/2021), Kepala Kesehatan di wilayah Italia, Piedmont, melarang penggunaan vaksin AstraZeneca batch tertentu setelah seorang guru meninggal setelah disuntik vaksin AstraZeneca sehari sebelumnya.

Akan tetapi, pemerintah Italia tidak merinci batch mana yang telah dilarang, juga tidak menjelaskan bagaimana guru itu meninggal.

Namun, menurut keterangan yang diberitakan oleh surat kabar Italia, vaksin AstraZeneca yang dilarang untuk digunakan itu adalah keluaran batch ABV5811.

Baca juga: Vaksin Covid-19 AstraZeneca Sebabkan Pendarahan, Beberapa Negara di Eropa Tangguhkan Izin Penggunaan

Baca juga: 8 Negara Eropa Tangguhkan Vaksin AstraZeneca, Ini Respon Kemenkes dan Satgas Covid-19

Wakil Kepala Petugas Medis Irlandia, Dr Ronan Glynn mengatakan, Irlandia akan bertindak berdasarkan prinsip kehati-hatian dan menangguhkan sementara penyuntian vaksin dengan AstraZeneca menyusul adanya laporan kasus pembekuan darah yang serius.

Kepala Keamanan Vaksin di Badan Pengatur Obat dan Kesehatan Irlandia, Dr Phil Bryan mengatakan, pihaknya sedang meninjau laporan lebih lanjut.

"Kami sedang meninjau laporan dengan cermat, tetapi mengingat banyaknya jumlah dosis yang diberikan, dan frekuensi pembekuan darah dapat terjadi secara alami, bukti yang tersedia tidak menunjukkan bahwa vaksin adalah penyebabnya," ujar Bryan, dikutip dari Daily Mail UK.

Ilustrasi suntikan vaksin.
Ilustrasi suntikan vaksin. (Daily Mail UK)

Meski beberapa negara di Eropa mulai menangguhkan izin penggunaan vaksin yang diproduksi oleh perusahaannya, pihak AstraZeneca, bersikeras bahwa vaksinnya aman.

Pihaknya mengatakan bahwa tinjauan terhadap 17 juta orang yang divaksinasi di Inggris, dan negara-negara di Eropa lainnya tidak menunjukkan bukti peningkatan risiko pembekuan darah.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved