Virus Corona
Banyak Negara Tanggguhkan Izin Penggunaan, PM Inggris Pamer Jempol Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca
Di tengah banyaknya negara yang menangguhkan izin penggunaan vaksin AstraZeneca, PM Inggris Boris Johnson menerima suntikan vaksin itu kedua kalinya.
Kebijakan itu dinyatakan oleh otoritas negara-negara tersebut pada Senin (15/3/2021) malam.
Kementerian kesehatan Jerman, otoritas obat-obatan Italia, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan kebijakan tersebut adalah sebuah langkah pencegahan untuk sementara waktu selagi European Medicines Agency (EMA) menyelidiki masalah efek samping tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Jerman mengatakan, keputusan pemerintah Jerman untuk menangguhkan izin ini diambil atas saran dari regulator vaksin nasional, Institut Paul Ehrlich (PEI) Jerman.
PEI telah menyerukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus pembekuan darah yang dilaporkan terjadi di dalam otak tujuh orang yag disuntik vaksin AstraZeneca.
Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn mengatakan, keputusan negaranya untuk berhenti menggunakan vaksin yang dibuat di Oxford, Inggris itu bukan didasari atas dorongan politis.
Spahn mengatakan, meskipun kasus penggumpalan darah yang dilaporkan masih cukup rendah, namun hal itu tidak dapat dikesampingkan.

Baca juga: Distribusi Vaksin AstraZeneca Ditunda, Kemenkes RI: Demi Kehati-hatian Pelaksanaan Vaksinasi
Baca juga: Kasus Covid-19 Kembali Melonjak dalam 7 Pekan Terakhir, WHO: Mengecewakan, tapi Tidak Mengejutkan
Sementara itu, Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan, meski negaranya telah memutuskan untuk menangguhkan sementara izin penggunaan vaksin AstraZeneca, dirinya berharap dapat segera menarik keputusan penangguhan.
"Kami (berharap) dapat melanjutkan dengan cepat pemberian vaksin (AstraZeneca) jika EMA memberikan lampu hijau," ujar Macron dikutip dari Sky News.
Sebelumnya, pada Minggu (13/3/2021) Irlandia telah menghentikan suntikan vaksin AstraZeneca setelah adanya laporan dari Norwegia tentang pembekuan darah yang serius di beberapa orang yang telah disuntik vaksin itu.
Otoritas kesehatan Norwegia mengatakan, tiga tenaga kesehatannya yang baru-baru ini menerima suntikan vaksin AstraZeneca, dirawat di rumah sakit karena pendarahan, pembekuan darah, dan jumlah trombosit darah yang rendah pada Sabtu (12/3/2021).
Selanjutnya, Wakil Kepala Petugas Medis Irlandia, Ronan Glynn mengatakan, pihaknya Irlandia menerima beberapa laporan pembekuan darah yang serupa dengan beberapa kasus lain di Eropa minggu lalu.
Namun, menurutnya, kasus tersebut tidak seserius kasus pembekuan darah yang terjadi di Norwegia.
Negara lain yang telah menangguhkan izin penggunaan sementara vaksin AstraZeneca adalah Denmark, Norwegia, Islandia, Belanda, Kongo dan Bulgaria.
(TribunTernate.com/Qonitah)