Breaking News:

Virus Corona

Banyak Negara Tanggguhkan Izin Penggunaan, PM Inggris Pamer Jempol Usai Disuntik Vaksin AstraZeneca

Di tengah banyaknya negara yang menangguhkan izin penggunaan vaksin AstraZeneca, PM Inggris Boris Johnson menerima suntikan vaksin itu kedua kalinya.

Daily Mail UK
PM Inggris, Borris Johnson mengacungkan jempol setelah menerima suntikan vaksin AstraZeneca, Jumat (19/3/2021). 

'Risikonya adalah Covid, (sehingga vaksinasi) adalah hal yang bagus untuk dilakukan.'

Saat ini, Inggris telah memvaksinasi lebih dari setengah populasi orang dewasa di negara itu.

Selain itu, kemarin, Inggris juga mencapai rekor kecepatan vaksinasi dengan penyuntikan 660.276 dosis vaksin.

Negara Eropa Berbondong-bondong Tangguhkan Izin Penggunaan Vaksin AstraZeneca

Jerman, Prancis, Italia, dan Spanyol bergabung ke dalam daftar negara Eropa yang menangguhkan izin penggunaan vaksin Covid-19 AstraZeneca, menyusul adanya laporan beberapa orang mengalami pembekuan darah pasca-mendapatkan suntikan.

Kebijakan itu dinyatakan oleh otoritas negara-negara tersebut pada Senin (15/3/2021) malam.

Kementerian kesehatan Jerman, otoritas obat-obatan Italia, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan kebijakan tersebut adalah sebuah langkah pencegahan untuk sementara waktu selagi European Medicines Agency (EMA) menyelidiki masalah efek samping tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Jerman mengatakan, keputusan pemerintah Jerman untuk menangguhkan izin ini diambil atas saran dari regulator vaksin nasional, Institut Paul Ehrlich (PEI) Jerman.

PEI telah menyerukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus pembekuan darah yang dilaporkan terjadi di dalam otak tujuh orang yag disuntik vaksin AstraZeneca.

Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn mengatakan, keputusan negaranya untuk berhenti menggunakan vaksin yang dibuat di Oxford, Inggris itu bukan didasari atas dorongan politis.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved