Desain Istana Negara di Ibu Kota Baru Tuai Polemik: Kapasitas Pematung Dipertanyakan, Dianggap Boros
Desain istana negara ini menuai polemik di kalangan masyarakat, khususnya kritik dari sejumlah profesional di bidang arsitektur.
Tidak Fungsional
Sikap serupa dinyatakan Anggota Lembaga Konsil Bangunan Hijau Indonesia atau Green Building Council Indonesia (GBCI) Prasetyoadi.
Menurut Tiyok, sapaan akrabnya, desain istana negara berbentuk burung garuda tidak fungsional.
Untuk diketahui, rendering desain istana negara berbentuk burung garuda yang beredar luas di media sosial merupakan hasil karya salah satu peserta sayembara bangunan gedung IKN, yakni Nyoman Nuarta.
Di antara para peserta yang ikut sayembara tersebut, terdapat nama-nama beken, seperti Sibarani Sofian, Yori Antar, Gregorius Supie Yolodi, dan pematung Nyoman Nuarta.
Kapasitas Pematung dalam Merancang Istana Negara Dipertanyakan
Di luar ketiga nama pertama itu, Tiyok mempertanyakan kapasitas Nyoman Nuarta yang merupakan pematung dan bukan arsitek profesional.
Selain kontroversi burung garuda, Tiyok menganggap bahwa pembangunan istana negara di ibu kota baru ini dilakukan secara tertutup.
"Saya dan teman-teman profesional tentu resah, karena dibangunnya istana negara ini dengan proses yang tertutup dan dirancang oleh pematung Nyoman Nuarta. Dia bukan arsitek profesional maupun disiplin-disiplin lain yang berhubungan," kata Tiyok kepada Kompas.com, Sabtu (27/3/2021).
Baca juga: Mengaku Dididik untuk Tidak Membiarkan Kezaliman, Marzuki Alie: Saya Prihatin Mereka Menutup Mata
Baca juga: Pelaku Bom di Katedral Makassar Berusia 26 Tahun, GAMKI: Doktrin Radikalisme Menyasar Generasi Muda
Baca juga: BPS Benarkan Pernyataan Jokowi yang Sebut Pemerintah Tidak Impor Beras selama Tiga Tahun
Berpotensi Timbulkan Pemborosan Anggaran
Tiyok juga menuding bahwa rancangan istana negara ini dilakukan tanpa sayembara.
Tidak adanya sayembara ini akan berisiko pada rendahnya efektivitas pembangunan istana negara, termasuk masalah pemborosan anggaran.
"Berisiko lebih mahal tidak hanya dalam hal konstruksi, tapi bakal pemborosan besar-besaran dalam hal kinerja bangunan gedung," tegas Tiyok.
Untuk diketahui, Nyoman Nuarta merupakan pematung yang pernah menggarap proyek Patung Garuda Wisnu Kencana di Bali.
Patung tersebut dibangun dengan anggaran yang menurut Tiyok sangat fantastis, bahkan lebih mahal dibanding Menara Eiffel dan Patung Liberty.