Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Desain Istana Negara di Ibu Kota Baru Tuai Polemik: Kapasitas Pematung Dipertanyakan, Dianggap Boros

Desain istana negara ini menuai polemik di kalangan masyarakat, khususnya kritik dari sejumlah profesional di bidang arsitektur.

Istimewa via Kompas.com
Rendering desain istana negara berbentuk burung garuda di ibu kota baru yang beredar luas di media sosial. Ini merupakan hasil karya salah satu peserta sayembara bangunan gedung IKN, yakni Nyoman Nuarta. 

Mengutip ABC News, Patung Garuda Wisnu Kencana ditaksir menghabiskan biaya mencapai 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,4 triliun.

Sementara itu, menurut data Home Advisor, jika biaya pembangunan Patung Liberty dulu disesuaikan dengan nilai saat ini, setara dengan 10,6 juta dollar AS atau sekitar Rp 157 miliar.

Berdasarkan data yang sama, jika dibandingkan dengan harga pembangunan Menara Eiffel, masih jauh di bawah harga patung Garuda Wisnu Kencana, yakni hanya 38,3 juta dollar AS atau ekuivalen Rp 556 miliar.

"Pak Nyoman Nuarta, silakan membuat simbol patung, dengan anggaran yang terpisah. Jadi monumen jika memang diinginkan, itu merupakan keahlian beliau. Tapi, bukan jadi gedung istana negara," tegas Tiyok.

Penjelasan Kementerian PUPR

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Diana Kusumastuti membantah tudingan Tiyok.

Menurut dia, istana negara merupakan kategori bangunan fungsi khusus yang akan dibangun oleh pemerintah di IKN.

Oleh karena itu, pembangunan istana negara jelas dan pasti dilakukan melalui proses sayembara.

Hanya saja, sayembara yang digelar bersifat terbatas.

Baca juga: Spanyol Gelar Konser Musik Uji Coba yang Dihadiri 5.000 Orang Tanpa Social Distancing di Barcelona

Baca juga: Selama Protes Anti-Kudeta di Myanmar, Lebih dari 500 Orang Tewas di Tangan Junta Militer

Baca juga: Pengobatan dan Perbaikan Bangunan Akibat Ledakan Kilang Minyak Balongan Dijamin Pemkab dan Pertamina

"Kalau istana negara itu bangunan fungsi khusus, jadi disayembarakan, tetapi terbatas bagi arsitek-arsitek tertentu saja. Jadi tidak di publik sayembara untuk umum," kata Diana kepada Kompas.com, Minggu (28/03/2021).

Namun demikian, Diana membenarkan bahwa Nyoman Nuarta sebagai salah satu orang yang ikut dalam sayembara merancang bangunan istana negara tersebut.

"Iya, Nyoman ini salah satunya. Nama lainnya adalah Yori Antar, Sibarani Sofian, Gregorius Supie Yolodi, dan banyak ada beberapa," ujarnya.

Diana mengaku bahwa rancangan istana negara yang dibuat Nyoman merupakan salah satu yang mendekati untuk dipilih.

Namun, dia menegaskan bahwa rancangan tersebut masih belum final dan diputuskan.

Sebab, hingga saat ini masih dalam proses pre-basic design.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved