Jumat, 8 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Cerita Eks Napi Teroris: Temannya Ditinggal Istri karena Menolak Gabung Kelompok Terorisme

Menurut Haris Amir Falah, dulu kelompok teroris tidak melibatkan wanita dan anak-anak dalam melancarkan aksi.

Tayang:
eeradicalization.com
ILUSTRASI terorisme. 

TRIBUNTERNATE.COM - Mantan narapidana terorisme, Haris Amir Falah, mengungkapkan sebagian cerita  tentang aksi teror di Indonesia.

Menurut Haris Amir Falah, ada tren yang berbeda pada aksi terorisme akhir-akhir ini.

Dulu, kelompok teroris tidak melibatkan wanita dan anak-anak dalam melancarkan aksi.

Sebagaimana diketahui, sejumlah aksi terorisme yang terjadi belakangan ini melibatkan wanita serta anak-anak, seperti bom Surabaya (pelaku sekeluarga), Makassar (pasangan suami istri), dan Mabes Polri (wanita).

"Saya terakhir (bergabung kelompok terorisme) 2010, saya ditangkap, ya. Ini memang trennya justru dulu tidak ada. Artinya wanita itu tidak kami sertakan, apalagi anak-anak," kata Haris dalam diskusi Polemik 'Bersatu Melawan Teror', Sabtu (3/4/2021).

Kendati demikian, Haris berpendapat bahwa saat ini tren pelaku terorisme ialah wanita.

Bahkan, laki-laki sudah kalah jauh dibanding perempuan dalam aksi terorisme.

Baca juga: Aksi Terduga Teroris ZA Serang Mabes Polri termasuk Lone Wolf: Apa Itu Lone Wolf dan Kenali Tipenya

Baca juga: Wanita Terlibat Aksi Teror Bom Bunuh Diri, Psikolog Forensik: Latar Belakang Psikososial-nya Rapuh

Baca juga: Analisis Ahli Terkait Aksi Teror di Mabes Polri, Nekat atau Aksi Terencana untuk Bunuh Diri?

"Dari temuan saya di lapangan itu, justru wanita itu lebih militan daripada laki-laki. Banyak yang suaminya ikut, bukan karena suaminya yang ngajak istrinya, tetapi justru istrinya yang ngajak suaminya," ujarnya.

Haris mencontohkan salah satu temannya di kawasan Jakarta Selatan terpaksa ditinggal istrinya.

Sebab, temannya itu tidak mau mengikuti keinginan sang istri masuk dalam kelompok terorisme.

"Dia dianggap kafir, tidak mau ikut JAD," kata Haris.

Ia juga menilai aksi terorisme di Komplek Mabes Polri yang dilakukan ZA usia 25 tahun membutuhkan keberanian yang besar.

"Jadi memang ini luar biasa munculnya wanita yang terakhir, begitu nekatnya di Mabes Polri," kata Haris.

Milenial Jadi Target Utama Rekrutmen Kelompok Teroris

Badan Intelijen Negara (BIN) menyatakan generasi milenial menjadi target utama perekrutan kelompok teroris.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved