Isu Reshuffle Kabinet: PKS Istiqomah Jadi Oposisi, Partai Demokrat Mendukung Jika Bisa Atasi Krisis

Isu reshuffle kabinet mendapat tanggapan dari berbagai pihak, seperti dari partai politik PKS dan Partai Demokrat.

Editor: Rizki A
KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera turut memberikan tanggapan mengenai isu reshuffle kabinet. 

TRIBUNTERNATE.COM -Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan melakukan reshuffle atau perombakan kabinet pada pekan ini.

Isu reshuffle kabinet mendapat tanggapan dari berbagai pihak, beberapa di antaranya adalah Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera dan Deputi Bappilu DPP Demokrat, Kamhar Lakumani.

Persilakan Reshuffle Kabinet, PKS Tetap Jadi Oposisi

Mardani Ali Sera mempersilakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memutuskan siapa menteri yang akan di-reshuffle.

Mau siapapun menteri dan kementerian mana saja, pihaknya tetap tegak jadi partai oposisi.

"Siapa dan kementerian mana saja monggo saja diputuskan. PKS akan istiqomah menjadi oposisi," tulis Mardani melalui akun Twitter-nya, @MardaniAliSera, Rabu (14/4/2021).

Selain itu, Mardani minta langkah reshuffle Jokowi ini perlu berdasarkan data yang akurat.

Ia meminta Jokowi untuk tak berdagang politik lagi di periode kedua kepemimpinannya ini.

"Terkait isu reshuffle kabinet, dasar reshuffle hendaknya berbasis data akurat & adil."

"Pesan untuk Pak @jokowi, walau angkat Menteri hak prerogatif Presiden tetap prinsip tata kelola & efektivitas Pemerintahan mesti jadi pertimbangan."

"Jangan politik dagang sapi lagi, sudah periode kedua," ujar Anggota DPR RI itu.

Baca juga: Akankah Pemakaman Pangeran Philip Jadi Momen Rekonsiliasi Pangeran Harry dan Pangeran William?

Baca juga: MUI Rilis Panduan Protokol Kesehatan untuk Beribadah selama Bulan Ramadhan

Baca juga: Aprindo Minta Pemerintah Kaji Ulang PP Royalti yang Diteken Jokowi: Biaya Operasional Jadi Bertambah

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera.
Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera. (Tribunnews.com, Chaerul Umam)

Mardani juga menyinggung soal tugas Jokowi yang perlu dikejar saat ini, selain reshuffle.

Di antaranya, penangangan wabah virus Covid-19 yang masih melanda Indonesia.

"Kedua, Pak Jokowi punya visi dan misi yang perlu dikejar. Pertumbuhan ekonomi yg berkeadilan, reformasi birokrasi hingga penanganan Covid-19 menjadi pekerjaan utama," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved