Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Terkini Internasional

Dirjen WHO: Gambaran Situasi Pandemi Covid-19 di India Sangat Memilukan

"Situasi di India sangat memilukan," kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus kepada wartawan.

AFP/FABRICE COFFRINI
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus di Jenewa, Swiss, Rabu (11/3/2020), menyampaikan penilaian bahwa virus corona jenis baru (COVID-19) sebagai pandemi. 

Sebelum ada lonjakan kasus, India mengekspor puluhan juta dosis vaksinAstraZeneca yang dibuat di dalam negeri oleh Serum Institute melalui Covax, yang dijalankan bersama oleh WHO, aliansi vaksin Gavi, dan Koalisi untuk Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (CEPI).

Namun, begitu kasus mulai melonjak, New Delhi membekukan ekspor - termasuk ke Covax - untuk memprioritaskan India.

Hal ini menyebabkan skema Covax kekurangan 90 juta dosis yang awalnya ditujukan untuk 60 negara berpenghasilan rendah pada bulan Maret dan April 2021, kata WHO dan Gavi.

"Vaksin itu belum tersedia karena krisis di India. Sekarang vaksin masih digunakan di dalam negeri," kata ketua Gavi Seth Berkley.

Covax, katanya, "sedang mencari opsi lain" sambil menunggu pasokan vaksin dilanjutkan.

Misalnya, mitra Covax telah mengimbau negara-negara yang memiliki dosis vaksin berlebih untuk membaginya dengan program tersebut.

Gavi Seth Berkley mengatakan bahwa ini adalah "hari-hari awal" dalam diskusi tersebut, tetapi sejauh ini Prancis, Selandia Baru, dan Spanyol telah berjanji untuk membagikan sebagian dari dosis vaksin yang mereka miliki.

Hingga saat ini, sekitar 40,8 juta dosis vaksin Covid-19 telah didistribusikan ke 118 negara dan wilayah melalui  skema Covax.

SUMBER: Channel News Asia

(TribunTernate.com/Rizki A)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved