Konflik di Gaza Memanas, Gedung 12 Lantai Media Internasional Roboh Kena Serangan Udara Israel
Serangan udara Israel menghancurkan gedung bertingkat yang digunakan oleh pers asing,sementara rumah seorang pemimpin Hamas menjadi target Zionis.
TRIBUNTERNATE.COM - Ketegangan antara Palestina dan Israel kembali meningkat sejak pekan terakhir bulan Ramadhan 2021 lalu.
Kini, serangan udara Israel menghancurkan gedung bertingkat yang digunakan oleh pers asing,sementara rumah seorang pemimpin Hamas menjadi target Zionis.
Dilansir Sky News, Israel menyerang gedung 12 lantai, satu jam setelah orang-orang diberitahu untuk melakukan evakuasi.
Menara al Jalaa di Kota Gaza, yang digunakan oleh kantor berita Al Jazeera, Associated Press (AP), dan yang lainnya, dihantam dua kali oleh pengeboman Israel sekitar pukul 13.15 pada Sabtu (15/5/2021).
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.

Baca juga: Korban Tewas Warga Palestina Akibat Serangan Israel Tambah Jadi 126 Orang, 31 di Antaranya Anak-anak
Baca juga: Mengapa Konflik Israel-Palestina Kembali Pecah? Ketahui 7 Hal Ini, Termasuk Awal Konflik Dimulai
Baca juga: Zayn Malik, Bella Hadid hingga Gal Gadot, Ini Seleb Dunia yang Bicara soal Konflik Israel-Palestina
Penasihat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan ia "sangat puas" bahwa tidak ada jurnalis yang terluka.
Seorang juru bicara Pasukan Pertahanan Israel mengatakan:
"Bangunan itu berisi kantor media sipil, yang dijadikan tempat persembunyian oleh organisasi teror Hamas dan digunakan sebagai tameng manusia."
"Organisasi teror Hamas dengan sengaja menempatkan target militer di jantung daerah padat penduduk di Jalur Gaza."
Selama 15 tahun, kantor AP di lantai atas dan teras atap menjadi lokasi utama untuk meliput konflik Israel dengan penguasa Hamas di Gaza, termasuk perang pada tahun 2009 dan 2014.
Kamera kantor berita itu mengambil gambar langsung 24 jam ketika roket militan membelok ke arah Israel dan serangan udara Israel menghantam kota dan daerah sekitarnya minggu ini.
Baca juga: Tak Setuju Indonesia Ikuti Panduan CDC Lepas Masker, Zubairi Djoerban: Itu Tidak Berlaku di Sini
Baca juga: Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo, Jenazah Ibu dan Dua Anaknya Dimakamkan di Satu Liang Lahat
Baca juga: BPOM Gelar Uji Sterilisasi dan Toksisitas Vaksin AstraZeneca Pasca-Kematian Trio Fauqi Firdaus
Presiden dan CEO AP, Gary Pruitt, mengutuk serangan itu, menyebutnya "sangat mengganggu", dan mengatakan outlet media terkejut dan merasa ngeri.
"Kami nyaris menghadapi kematian yang mengerikan," katanya.
"Selusin jurnalis AP dan freelancer berada di dalam gedung dan untungnya kami dapat mengevakuasi mereka tepat waktu."
"Dunia akan tahu lebih sedikit tentang apa yang terjadi di Gaza karena apa yang terjadi hari ini."