Konflik di Gaza Memanas, Gedung 12 Lantai Media Internasional Roboh Kena Serangan Udara Israel
Serangan udara Israel menghancurkan gedung bertingkat yang digunakan oleh pers asing,sementara rumah seorang pemimpin Hamas menjadi target Zionis.
Sementara itu, Netanyahu bersikeras bahwa Israel melakukan segalanya untuk menghindari mereka yang tidak terlibat dalam serangan Hamas terhadap negaranya, termasuk serangan roket yang menewaskan satu orang Israel di dekat Tel Aviv.
Sebelumnya, pada hari keenam berturut-turut permusuhan, sekitar 10 warga Palestina dari keluarga besar, termasuk delapan anak, tewas oleh serangan Israel di Kota Gaza.
Israel Juga Menargetkan Salah Satu Pemimpin Hamas
Masih mengutip Sky News, militer Israel juga menargetkan rumah Khalil al-Hayeh, pemimpin utama kelompok militan Hamas yang berkuasa di Gaza.
Tidak diketahui apakah dia selamat dari ledakan atau tidak.
Respon Amerika dan Inggris
Kemudian pada hari Sabtu (15/5/2021), Presiden AS Joe Biden berbicara dengan PM Netanyahu serta Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam panggilan telepon terpisah dan mendesak penurunan ketegangan.
Dewan Keamanan PBB akan bertemu untuk membahas krisis pada Minggu.
Diplomat AS Hady Amr telah tiba di Gaza pada Jumat sebagai bagian dari upaya Washington untuk meredakan ketegangan.
Sementara itu, Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan:
"Kekerasan yang sedang berlangsung di seluruh Israel dan Wilayah Pendudukan Palestina sangat memprihatinkan dan harus diakhiri."
"Tidak pernah ada pembenaran untuk menargetkan warga sipil yang tidak bersalah."
"Kedua belah pihak perlu menurunkan ketegangan dan menawarkan harapan kepada rakyat mereka, yang hanya bisa datang melalui dialog politik."
Pernyataan itu muncul setelah puluhan ribu warga London berbaris dalam solidaritas dengan warga Palestina, menuju Hyde Park ke Kedutaan Besar Israel.
Sekretaris luar negeri Partai Buruh Lisa Nandy mengutuk serangan udara yang sangat tidak bisa diterima di gedung media Gaza.