Jumat, 1 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Bersama Brunei Darussalam dan Malaysia, Indonesia Keluarkan Pernyataan Kecam Agresi Israel

Ketiganya mengutuk keras serangan Israel yang menelan korban lebih dari 150 jiwa, termasuk wanita dan anak-anak tersebut.

Tayang:
AFP via thenationalnews.com
Sebuah roket yang diluncurkan dari Gaza dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome Israel 

TRIBUNTERNATE.COM - Serangan Israel terhadap Palestina dalam konflik yang memanas beberapa hari terakhir ini tengah menjadi sorotan dunia.

Negara-negara mengecam agresi Israel di Palestina, termasuk  Presiden Indonesia Joko Widodo, Perdana Menteri Malaysia Muhyiddin Yassin hingga Sultan Brunei Darussalam, Sultan Hassanal Bolkiah.

Pada Minggu (16/5/2021), tiga kepala negara tersebut mengeluarkan pernyataan bersama berisi kecaman terhadap agresi Israel di Palestina.

Ketiganya mengutuk keras serangan Israel yang menelan korban lebih dari 150 jiwa, termasuk wanita dan anak-anak tersebut.

Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press.
Asap tebal membubung dari Menara Jala saat dihancurkan dalam serangan udara Israel di kota Gaza yang dikendalikan oleh gerakan Hamas Palestina, pada 15 Mei 2021. Angkatan udara Israel menargetkan Menara Jala 13 lantai yang menampung media Al-Jazeera yang berbasis di Qatar dan kantor berita Associated Press. (MAJDI FATHI / NurPhoto / NurPhoto via AFP)

Baca juga: PM Israel Benjamin Netanyahu Bersumpah Terus Lanjutkan Serangan ke Gaza Selama Itu Diperlukan

Baca juga: Korban Tewas Warga Palestina Akibat Serangan Israel Tambah Jadi 126 Orang, 31 di Antaranya Anak-anak

Baca juga: Mengapa Konflik Israel-Palestina Kembali Pecah? Ketahui 7 Hal Ini, Termasuk Awal Konflik Dimulai

“Kami mengutuk dalam istilah terkuat pelanggaran dan agresi terang-terangan yang berulang kali dilakukan oleh Israel, yang menargetkan warga sipil di seluruh Wilayah Pendudukan Palestina, khususnya di Yerusalem Timur dan Jalur Gaza, yang telah membunuh, melukai, dan menyebabkan penderitaan bagi banyak orang, termasuk wanita dan anak-anak,” tulis pernyataan bersama 3 kepala negara yang diunggah Presiden Jokowi di Twitter.

Ketiga pemimpin negara tersebut juga sangat prihatin dengan perluasan pemukiman ilegal dan penghancuran dan penyitaan bangunan milik Palestina di seluruh Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur.

RI, Malaysia dan Brunei mengutuk pelanggaran hukum internasional, termasuk hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia, yang dilakukan oleh Israel, melalui kebijakan yang tidak manusiawi, kolonial, dan apartheid terhadap orang-orang Palestina di Wilayah Pendudukan Palestina.

Oleh karena itu ketiga pemimpin negara menyerukan segera dan tindakan kolektif yang bertanggung jawab untuk memastikan akuntabilitas yang diperlukan atas pelanggaran tersebut.

“Kami menyerukan kepada semua pihak untuk menahan diri secara maksimal, menghentikan serangan terhadap warga sipil, untuk mengambil langkah-langkah dalam meredakan situasi dan untuk menegakkan hukum dan ketertiban internasional,” tulis pernyataan itu.

Eskalasi kerusakan pemukiman Palestina di Gaza oleh serangan jet-jet tempur Israel. Korban tewas warga Palestina terus bertambah.
Eskalasi kerusakan pemukiman Palestina di Gaza oleh serangan jet-jet tempur Israel. Korban tewas warga Palestina terus bertambah. (Anadolu Agency)

RI, Malaysia dan Brunei juga mendesak kedua belah pihak untuk menerima kehadiran internasional sementara di Kota Al-Quds, untuk memantau penghentian permusuhan di Wilayah Pendudukan Palestina.

Ketiga negara juga mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk segera bertindak dan mengambil semua tindakan yang mungkin untuk menjamin keselamatan dan perlindungan warga sipil Palestina di seluruh Wilayah Penduduk Palestina.

Serta mengingatkan komunitas internasional, dan khususnya DK PBB bertanggung jawab untuk menyerukan penghentian semua kekerasan, dan memenuhi kewajibannya untuk menegakkan perdamaian internasional.

“Kami meminta Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengadakan sesi darurat untuk membahas perkembangan yang parah dan menghasilkan Persatuan untuk Resolusi Perdamaian dengan tujuan untuk mengakhiri kekejaman yang dilakukan terhadap rakyat Palestina,” tulisnya.

RI, Malaysia dan Brunei juga menyerukan kepada komunitas internasional untuk tetap teguh dalam komitmen mereka untuk menjaga "solusi dua negara" untuk mencapai Negara Palestina yang merdeka, berdasarkan perbatasan sebelum tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya.

Ketiga pemimpin negara menegaskan kembali solidaritas dan komitmen kami kepada rakyat Palestina, termasuk hak mereka untuk menentukan nasib sendiri, dan penciptaan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved