Breaking News:

Terkini Internasional

Pangeran Harry Ungkap Kepergian Sang Ibu, Putri Diana, Membawanya pada Minuman Keras dan Narkoba

Dalam serial dokumenter "The Me You Can't See", Pangeran Harry beritahu Oprah Winfrey tentang perjuangannya mengatasi peristiwa kematian Putri Diana.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rohmana Kurniandari
VALERIE MACON/AFP
Foto diambil pada 02 Mei 2021: Ketua Bersama Pangeran Harry Inggris, Duke of Sussex, berbicara di atas panggung selama rekaman konser penggalangan dana "Vax Live" di SoFi Stadium di Inglewood, California. Dalam serial dokumenter baru yang akan dirilis 21 Mei 2021, Pangeran Harry sekali lagi menekankan bahwa keluarganya menutup mata terhadap perjuangan istrinya Meghan Markle, dengan mengatakan dia "tidak akan pernah dibully hingga diam". 

Pasangan yang menikah pada 19 Mei 2018 itu juga mengumumkan bahwa mereka tengah menantikan anak kedua.

"Saya hanya benar-benar lega dan bahagia, duduk di sini mengobrol denganmu, dengan istri di samping saya," kata Pangeran Harry.

"Karena saya tidak bisa membayangkan seperti apa rasanya hal ini bagi ibu saya (Putri Diana, red.), menjalani proses semacam ini sendirian selama bertahun-tahun lalu," lanjutnya.

"Rasanya luar biasa sulit bagi kami berdua. Tetapi, setidaknya kami saling memiliki satu sama lain," tambahnya.

Dalam video itu, Oprah Winfrey berkata bahwa tidak ada subjek yang tak dibahas.

Kemudian, di satu titik ia berkata kepada Pangeran Harry dan Meghan Markle, "kalian telah mengatakan beberapa hal yang mengejutkan di sini."

Termasuk tentang situasi mereka yang "hampir tidak bisa membuat mereka bertahan."

Baca juga: Pangeran Harry Kini Bekerja untuk Perusahaan Startup BetterUp yang Fokus pada Kesehatan Mental

Baca juga: Meghan Markle Dituduh Sebabkan Saudaranya Jadi Gelandangan, hingga Tanggapi Mundurnya Pangeran Harry

Sebelum pindah ke California, Pangeran Harry dan istrinya telah mengungkap perlakuan tabloid dan media Inggris terhadap Meghan Markle.

Diketahui, Meghan Markle memiliki darah campuran, sang ayah berkulit putih, sementara ibunya adalah keturunan Afrika-Amerika.

Beberapa perlakuan itu, kata Pangeran Harry dan Meghan Markle, mengandung unsur bullying atau rasisme.

Bulan Maret ini, Buckingham Palace mengumumkan bahwa Pangeran Harry dan Meghan Markle tidak akan kembali ke kehidupan mereka sebagai anggota keluarga yang melaksanakan tugas kerajaan.

Dalam sebuah wawancara dengan James Corden untuk program televisi The Late Late Show pekan lalu, Pangeran Harry mengungkap rasa keberatannya karena media Inggris merangsek terlalu jauh ke dalam kehidupan keluarganya.

Ia menyebut, invasi media dalam kehidupan keluarganya itu jauh lebih dalam dibandingkan yang digambarkan dalam mini seri The Crown.

Menurutnya, pers Inggris telah membuat "lingkungan yang sulit" yang merusak kesehatan mentalnya.

Akan tetapi, dia menegaskan dirinya tidak "menghindar sama sekali" dari kehidupan keluarga kerajaan.

"Itu hanya melangkah mundur, bukan turun," kata pria kelahiran London, 15 September 1984 itu.

Pangeran bernama lengkap Henry Charles Albert David itu mengatakan, "Jadi, saya melakukan apa yang akan dilakukan seorang suami, seorang ayah lakukan. Itu seperti: 'Saya harus membawa keluarga saya jauh dari sini.' Tapi, kami tidak benar-benar menjauh (dari Kerajaan Inggris, red.)."

Ia menambahkan, "Saya tidak akan pernah menjauh. Saya akan selalu memberikan kontribusi."

(TribunTernate.com/Ron/Rizki A.)

Sumber: CNET

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved