Israel Akui Kembali Lancarkan Serangan, Hamas Sebut Kamp Latihan di Gaza Dibom Pesawat Tempur
Pihak Israel menyatakan, serangan itu mereka lakukan sebagai pembelaan diri atas serangan balon api yang diarahkan ke wilayahnya.
TRIBUNTERNATE.COM - Ketegangan Israel dan Palestina kembali meningkat.
Militer Israel kembali melakukan serangan atas Gaza pada Rabu (16/6/2021).
Pihak Israel menyatakan, serangan itu mereka lakukan sebagai pembelaan diri atas serangan balon api yang diarahkan ke wilayahnya.
Mengutip akun Twitter Reuters pagi ini, siaran radio Hamas menyatakan, pesawat tempur Israel mengebom kamp latihan di Gaza hari Rabu.
Serangan ini merupakan agresi pertama Israel sejak Hamas dan Israel menyepakati gencatan senjata setelah pertempuran sengit pejuang Hamas dan tentara Israel di wilayah Gaza selama 11 hari, bulan Mei lalu.
Dalam sebuah pernyataan resmi, militer Israel menyatakan mereka "siap menghadapi semua skenario yang terjadi, termasuk kembali bertempur" untuk menghadapi (yang mereka sebut sebagai) aksi serangan terorisme dari Gaza.
Serangan oleh militer Israel ini dilakukan setelah kelompok garis keras Israel menggelar pawai bendera di Yerusalem Timur yang membuat warga Palestina marah.
Baca juga: Israel Bentuk Pemerintah Baru, Presiden Palestina: Kami Tetap Inginkan Negara Palestina
Baca juga: Mengenal Sosok Naftali Bennett, Perdana Menteri Baru Israel yang Gantikan Benjamin Netanyahu
Baca juga: Kesaksian Jurnalis yang Meliput Serangan Israel di Gaza: Mengerikan, Situasi Kali Ini Sangat Sulit
Tambah Pasukan
Sementara itu, mengutip laporan jurnalis Anadolu Agency, Abdelraouf Arnaout dari Yerusalem, polisi Israel mengerahkan 2.000 pasukan pada Selasa untuk memberikan perlindungan kepada warga Israel peserta pawai bendera yang direncanakan melintasi wilayah pendudukan Yerusalem Timur.
Menurut siaran media Israel, pasukan polisi akan dikerahkan di sekitar rute yang akan diambil para peserta selama pawai.
Menurut laporan tersebut, polisi Israel juga memutuskan untuk memperkuat pasukan mereka di kota-kota campuran dan daerah Wadi Ara di Israel untuk mengantisipasi kekerasan selama pawai.
Pawai bendera itu telah disetujui oleh Menteri Keamanan Dalam Negeri Israel Omer Bar-Lev pada Senin malam.
Kelompok-kelompok dari sayap kanan Israel menyerukan partisipasi dalam pawai yang melewati tembok Kota Tua Yerusalem dan berhenti di Bab al-Amud sebelum melanjutkan ke Tembok al-Buraq Al-Aqsa yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Tembok Barat.
Sementara itu, faksi-faksi Palestina meminta warga Palestina untuk berkumpul di daerah Bab al-Amoud, salah satu gerbang Kota Tua di Yerusalem Timur, pada saat pawai berlangsung.
Pada Senin, Joint List, aliansi empat partai politik Arab Israel, meminta Perdana Menteri Naftali Bennett dan Bar-Lev untuk membatalkan pawai tersebut.