India Laporkan 22 Kasus Varian Delta Plus, Mutasi Baru Covid-19 Varian Delta, Menyebar di 8 Negara
Pemerintah India melaporkan adanya varian baru Covid-19, Delta Plus yang menjadi fokus perhatian negara tersebut.
Total infeksi negara Asia Selatan sekarang mencapai lebih dari 30 juta dan jumlah kematian adalah 390.660 jiwa.
Baca juga: Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Sejumlah Alasan Mengapa Varian Delta Membahayakan
Negara yang Terinfeksi Varian Delta Plus
Kementerian Kesehatan juga mengatakan varian Delta Plus telah ditemukan di delapan negara.
Di antaranya, Inggris, Amerika Serikat, Jepang, Rusia, Portugal, Swiss, Nepal, dan China.
Varian Delta Plus kini telah menyumbang lebih dari 20 persen infeksi di AS dalam dua minggu terakhir, atau dua kali lipat dari ketika Centers for Disease Control terakhir melaporkan prevalensi varian.
Dokter Anthony Fauci, pakar penyakit menular terkemuka di negara itu, memperingatkan bahwa AS mungkin mengikuti jalur Inggris.
Di mana varian tersebut telah menjadi jenis yang dominan karena penyebarannya yang cepat di kalangan anak muda.
Fauci mengatakan indikasinya adalah bahwa vaksin Covid-19 tetap efektif melawan varian tersebut.
Varian ini menyumbang setengah dari infeksi baru di wilayah termasuk Iowa, Kansas, Missouri, Nebraska, Colorado, Montana, North Dakota, South Dakota, Utah dan Wyoming.
Tentang Varian Delta Plus
Varian Delta Plus pertama kali terlihat di Eropa pada Maret tahun ini.
Namun, varian ini baru diperkenalkan ke publik hanya pada 13 Juni.
Pada 17 Juni, menurut GISAID, database sains terbuka, ada 63 kasus varian di seluruh dunia; termasuk enam dari India.
Menurut para ilmuwan, varian Delta (B.1.617.2) telah bermutasi lebih lanjut untuk membentuk varian Delta Plus (B.1.617.2.1 atau AY.1).
Ahli virologi sedang mencari tahu apakah varian baru ini mungkin dapat menghindari kekebalan lebih baik daripada varian Delta atau Beta.