Kamis, 30 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Terkini Internasional

Lebih dari 40 Ribu Kasus Infeksi Jamur Hitam di India, 85,5 Persen di Antaranya Penderita Covid-19

India telah melaporkan lebih dari 40.845 kasus mucormycosis atau jamur hitam. Sebagian besar mucormycosis menginfeksi otak dan sinus pasien Covid-19.

Tayang:
The Indian Express
Ambulans Covid-19 India. India telah melaporkan lebih dari 40.845 kasus mucormycosis atau jamur hitam. Sebagian besar mucormycosis menginfeksi otak dan sinus pasien Covid-19. 

TRIBUNTERNATE.COM - Di tengah pandemi Covid-19 yang masih belum mereda, India juga harus menghadapi kasus infeksi mucormycosis atau "black fungus" atau jamur hitam.

Sejauh ini, India telah melaporkan lebih dari 40.845 kasus mucormycosis atau jamur hitam.

Diketahui, sebagian besar kasus mucormycosis menginfeksi otak dan sinus pasien Covid-19.

Menurut data pemerintah yang dirilis pada rapat ke-29 tingkat kementerian tinggi tentang covid-19 yang diadakan secara virtual pada Senin (28/6/2021), dari total 40.845 kasus, 31.344 kasus di antaranya tergolong jenis infeksi Rhinocerebral mucormycosis.

Diwartakan LiveMint, Rhinocerebral mucormycosis adalah infeksi oportunistik langka pada sinus, saluran hidung, rongga mulut, dan otak yang disebabkan oleh jamur saprofit.

“Kematian akibat infeksi ini mencapai 3.129. Dari jumlah tersebut, 34.940 merupakan pasien positif Covid-19 (85,5%), 26.187 (sekitar 64,11%) kasus memiliki penyakit penyerta diabetes, sementara 21.523 (52,69%) di antaranya merupakan pasien yang menggunakan steroid," kata Harsh Vardhan, Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga India.

“Kemudian, sebanyak 13.083 pasien berada pada kelompok usia 18-45 (32%), 17.464 adalah kelompok usia 45-60 (42%), sedangkan 10.082 (24%) pasien berusia 60+ tahun," lanjutnya.

Baca juga: India Laporkan 22 Kasus Varian Delta Plus, Mutasi Baru Covid-19 Varian Delta, Menyebar di 8 Negara

Baca juga: Dapat Serang Mata hingga Otak, Apa itu Jamur Hitam Penyakit yang Terkait dengan Covid-19 di India?

Baca juga: Epidemiolog: Lonjakan Covid-19 Disebabkan Gagalnya Cegah-Tangkal, Varian India dan Afrika Masuk RI

Baca juga: India Catat Pasien yang Terinfeksi Jamur Kuning, Lebih Berbahaya daripada Jamur Hitam dan Putih

Seorang petugas kesehatan yang mengenakan peralatan Pelindung Pribadi (APD) berdiri bersama pasien saat dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU), di dalam ambulans di pusat pemulihan untuk merawat pasien virus corona Covid-19, di Mumbai pada 22 April 2021.
Seorang petugas kesehatan yang mengenakan peralatan Pelindung Pribadi (APD) berdiri bersama pasien saat dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU), di dalam ambulans di pusat pemulihan untuk merawat pasien virus corona Covid-19, di Mumbai pada 22 April 2021. (Punit PARANJPE/AFP)

Kasus Covid-19 India memang telah mengalami penurunan secara bertahap.

Namun, pemerintah telah menyatakan bahwa beberapa negara bagian masih terus mengalami dampak yang parah.

Dalam pertemuan tingkat menteri Senin kemarin, Balram Bhargava, sekretaris (penelitian kesehatan) dan direktur jenderal Dewan Riset Medis India (ICMR) memperingatkan bahwa gelombang kedua Covid-19 masih belum mereda karena 80 distrik di negara itu memiliki tingkat positif yang tinggi.

Dikutip dari newindianexpress.com, Balram Bhargava menggarisbawahi bahwa gelombang kedua pandemi Covid-19 di India belum mereda.

Sebab, ada 80 distrik yang memiliki tingkat positivitas yang tinggi.

“Seharusnya jangan sampai ada kelonggaran pada tahap ini,” kata kepala ICMR itu.

Ia juga memastikan bahwa vaksin yang ada saat ini efektif dalam menghadapi virus corona varian Alpha, Beta, Gamma, dan Delta.

Pandemi Belum Usai

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved