Buntut Usulan Rumah Sakit Khusus Pejabat: Ditolak Partai Nasdem dan PKS, Rosaline Ditegur PAN
Usulan rumah sakit khusus pejabat di masa pandemi Covid-19 yang dilontarkan oleh Wasekjen DPP PAN Rosaline Irine Rumaseuw kini jadi sorotan.
"Pernyataan tersebut adalah tidak tepat dan terkesan diucapkan karena perasaan sedih dan emosional. PAN mengucapkan permintaan maaf atas pernyataan dokter Rosaline karena hal itu bukan dan tidak mewakili sikap partai," imbuhnya.

Baca juga: Update Covid-19 Indonesia Kamis, 8 Juli 2021: 38.391 Kasus Infeksi Harian, Pecah Rekor Lagi
Baca juga: Erick Thohir hingga Gus Yaqut, Ini Menteri Kabinet Indonesia Maju dengan Kinerja Terbaik Versi LPI
Baca juga: Ada Usulan Rumah Sakit Covid-19 Khusus Pejabat, Febri Diansyah: Ide Paling Brilian dalam 100 Tahun
Viva juga menjelaskan pernyataan Rosaline tidak tepat karena seharusnya sesuai pasal 28H UUD 1945 setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan, tanpa diskriminasi dan sekat stratifikasi sosial, baik statusnya sebagai pejabat atau masyarakat, kaya atau miskin.
Jadi, implementasi public services atau layanan publik, menurut Viva, harus adil dan setara.
Di samping itu, dia menyebut Rosaline masih merasa sedih karena anggota Fraksi PAN DPR RI dari daerah pilihan Papua John Siffy Mirin dan beberapa kawannya di partai politik lain meninggal dunia.
Meninggalnya mereka, lanjutnya, karena tidak tertangani lebih cepat di rumah sakit yang memang kondisinya sudah full capacity saat itu.
"Dokter Rosaline itu orang baik. Siapa pun yang meminta pertolongan, akan semampunya ditolong, terutama yang terjangkit Covid-19. Tentu, dia akan sedih jika ada saudara separtai atau kawannya harus wafat karena Covid-19," jelasnya.
Meski demikian, Viva menegaskan masyarakat tidak perlu ragu atas sikap PAN dalam memerangi Covid 19.
PAN disebutnya akan terus bersama pemerintah dan masyarakat untuk berjuang memberantas pandemi Covid 19.
"Hal itu telah dibuktikan dengan partisipasi aktif fraksi PAN DPR RI dalam merumuskan kebijakan negara serta aksi nyata di lapangan untuk memberikan vaksin kepada masyarakat. Kita berjuang bersama dan berdoa agar pandemi Covid 19 segera berakhir di Bumi Pertiwi," tandasnya.
2. Sikap Partai NasDem dan PKS
Wakil Ketua Fraksi NasDem Willy Aditya angkat bicara mengenai usulan Wasekjen DPP PAN dr. Rosaline Rumaseuw dibangunnya rumah sakit khusus yang diperuntukkan bagi para pejabat.
Willy menilai usulan tersebut sangat berlebihan dan justru membuat masyarakat atau publik tersakiti, diwartakan Tribunnews.com.
"Usulan yang disampaikan untuk membangun RS khusus bagi pejabat negara saya kira berlebihan dan akan menyakiti perasaan publik," ujar Willy, kepada wartawan, Kamis (8/7/2021).
Ketua DPP Partai NasDem itu mengatakan saat ini tidaklah tepat mengusulkan hal yang justru membangun jurang pemisah.
Justru lebih tepat, kata Willy, jika anggota DPR sama-sama menyukseskan langkah pemerintah untuk mengendalikan laju penularan Covid-19 ini.