Rabu, 29 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Terkini Internasional

Pernah Janji Hormati Hak-hak Perempuan, Kini Taliban Larang Wanita Keluar Tanpa Pendamping

Juru bicara Taliban, Mujahid menjelaskan bahwa wanita membutuhkan pendamping atau "mahram" apabila mereka bepergian selama tiga hari atau lebih.

Tayang:
Fox News
Juru Bicara Taliban Zabihullah Mujahid - Juru bicara Taliban, Mujahid menjelaskan bahwa wanita membutuhkan pendamping atau "mahram" apabila mereka bepergian selama tiga hari atau lebih. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pemimpin Taliban mengatakan bahwa musik akan dilarang di Afghanistan dan perempuan harus memiliki pendamping laki-laki jika mereka bepergian sendirian selama beberapa hari.

Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid menjelaskan bahwa wanita membutuhkan pendamping atau "mahram" apabila mereka bepergian selama tiga hari atau lebih.

Meskipun demikian, mereka tidak melarang apabila wanita akan pergi ke sekolah, kantor, universitas, atau rumah sakit.

"Jika mereka pergi ke sekolah, kantor, universitas, atau rumah sakit, mereka tidak memerlukan mahram," kata Mujahid dalam wawancara dengan The New York Times seperti dikutip dari Fox News, Jumat (26/8/2021).

Mujahid juga menjelaskan bahwa musik di negara itu akan dilarang.

Alasannya karena menurut Mujahid, musik dilarang dalam Islam.

"Kami berharap kami dapat membujuk orang untuk tidak melakukan hal seperti itu, daripada menekan mereka," kata Mujahid.

"Kami ingin membangun masa depan, dan melupakan apa yang terjadi di masa lalu."

Mujahid telah memperingatkan bahwa wanita yang dipekerjakan di Afghanistan untuk sementara tinggal di dalam rumah sampai Taliban melatih pasukan keamanan tentang bagaimana memperlakukan wanita.

"Pasukan keamanan kami tidak terlatih (dalam) menangani perempuan, bagaimana berbicara dengan perempuan. Sampai kami memiliki keamanan penuh, kami meminta wanita untuk tinggal di rumah," sambungnya.

Baca juga: Terpaksa Keluar dari Afghanistan karena Taliban, Kemana Perginya Para Pengungsi?

Baca juga: Taliban Berjanji Beri Hak-Hak Perempuan & Kebebasan Media, Minta Dunia Internasional Percayai Mereka

Beberapa waktu yang lalu, Taliban berjanji akan menghormati hak-hak perempuan.

Tetapi berbagai laporan dari lapangan menunjukkan cerita yang berbeda.

Para perempuan mengungkapkan ketakutan bahwa Taliban akan kembali ke peraturan-peraturan saat masa pemerintahhan dari tahun 1996-2001.

Selama masa itu, wanita tidak diizinkan bersekolah atau bekerja, hanya bisa meninggalkan rumah dengan kehadiran seorang pria dan diwajibkan mengenakan penutup kepala hingga ujung kaki.

Seorang mantan jurnalis Afghanistan yang melarikan diri dari negara itu pada tahun 2015, Rukhsar Azamee, pernah bercerita dalam acara "The Story" Wednesday dari Fox News tentang kesaksiannya selama hidup di Afghanistan.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved