Breaking News:

Aturan Baru Tes PCR Berlaku 3x24 Jam, Epidemiolog Sebut Risiko Penularan Covid-19 Jadi Lebih Tinggi

Aturan yang mewajibkan penumpang melakukan pemeriksaan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 sebelum naik pesawat ini pun menuai polemik.

Editor: Rizki A
TRIBUNNEWS/HERUDIN
ILUSTRASI TES PCR COVID-19 - Dalam foto: Petugas medis melakukan tes swab PCR kepada warga tiga RT di RW 03, yaitu RT 01, RT 02 dan RT 08 Sumur Batu, Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (14/6/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM - Pemerintah lewat Surat Edaran Satgas Covid-19 No. 21 Tahun 2021 menetapkan syarat wajib tes Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi penumpang pesawat penerbangan wilayah Jawa-Bali serta wilayah PPKM Level 3 dan 4.

SE yang diterbitkan Kamis (21/10/2021) itu mengikuti aturan di Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 53 Tahun 2021.

Kebijakan ini membatalkan aturan sebelumnya yang mengizinkan penumpang pesawat dites antigen jika sudah divaksinasi dosis penuh.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar harga tes virus corona (Covid-19) dengan metode PCR dapat diturunkan.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat konferensi pers, Senin (25/10/2021).

Harga tes PCR jadi Rp300.000, sementara masa berlakunya selama tiga kali 24 jam.

"Arahan Presiden agar harga PCR dapat diturunkan menjadi Rp 300.000 dan berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," ujar Luhut.

Aturan yang mewajibkan penumpang melakukan pemeriksaan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) Covid-19 sebelum naik pesawat ini pun menuai polemik.

Sejumlah kalangan heran atas berlakunya aturan mewajibkan tes PCR.

Hal tersebut seiring melihat situasi Covid-19 yang mulai membaik, tetapi kebijakan justru makin diperketat.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved