Terkini Internasional
Museum Holocaust AS: China Kemungkinan Besar Lakukan Genosida terhadap Kelompok Uighur
Dugaan tindakan genosida yang dilakukan otoritas China terhadap kelompok minoritas Uighur menjadi salah satu topik yang disorot dunia internasional.
TRIBUNTERNATE.COM - Dugaan tindakan genosida yang dilakukan otoritas China terhadap kelompok minoritas Uighur menjadi salah satu topik yang disorot dunia internasional.
Kini sorotan terhadap isu tersebut menguat dengan sebuah pernyataan yang dilontarkan oleh US Holocaust Museum atau Museum Holocaust Amerika Serikat.
Sebuah bukti baru menunjukkan bahwa China kemungkinan besar "melakukan genosida" terhadap kelompok minoritas Uighur, kata Museum Holocaust AS, Selasa (9/11/2021).
Ini merupakan tuduhan terbaru bahwa Beijing telah melakukan tindak kejahatan paling serius.
Amerika Serikat menyatakan bahwa tindakan terhadap kelompok yang sebagian besar merupakan umat Muslim dan orang-orang Turki lainnya di wilayah barat China, Xinjiang itu merupakan genosida.
Namun, Beijing menolak mentah-mentah tuduhan itu.
Baca juga: Pangeran Harry Sebut Istilah Megxit sebagai Istilah Misoginis yang Ditujukan pada Meghan Markle
Baca juga: WHO Nantikan Pengembangan Vaksin Covid-19 yang Diberikan Melalui Hidung dan Oral
Baca juga: Mengenal Dilraba Dilmurat, Artis China Keturunan Suku Uighur, Masuk Daftar Wanita Tercantik di Dunia
Tahun lalu, Museum Holocaust AS, sudah mengatakan bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan telah dilakukan oleh China.
Kini, dalam sebuah laporan terbaru, museum itu menunjukkan adanya pengendalian kelahiran secara paksa terhadap kaum Uighur serta pemindahan paksa tenaga kerja ke bagian lain wilayah China.
"Informasi tambahan yang mengemuka baru-baru ini menunjukkan bahwa perilaku pemerintah China telah meningkat melampaui kebijakan asimilasi paksa," kata laporan itu.
"Museum Peringatan Holocaust Amerika Serikat sangat prihatin bahwa pemerintah China mungkin melakukan genosida terhadap Uighur," katanya.
“Keseriusan serangan terhadap kelompok Uighur menuntut respon mendesak dari komunitas internasional untuk melindungi para korban.” tambah laporan tersebut.
Laporan tersebut, bagaimanapun, mencatat bahwa penentuan sebuah tindakan hingga disebut genosida, sebelumnya sering didasarkan hanya pada temuan upaya untuk membunuh sebuah komunitas.
“Mengingat terbatasnya laporan tentang kematian kelompok Uighur dalam tahanan, saat ini belum ada bukti yang cukup tentang niat pemerintah China untuk secara sistematis membunuh orang Uighur yang masih hidup,” katanya.
Namun, laporan itu mengatakan bahwa tindakan sterilisasi dan kontrasepsi paksa menimbulkan "pertanyaan sah tentang adanya niat untuk menghancurkan kelompok secara biologis, secara keseluruhan atau sebagian besar."
Laporan tersebut juga menyebut bahwa tidak ada cukup data yang dapat diverifikasi, dan ini diduga merupakan keputusan yang disengaja oleh China untuk membatasi informasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/uighur-protes.jpg)