Terkini Internasional
Ezra Blount, Anak Usia 9 Tahun yang Hadiri Konser Travis Scott Meninggal Dunia, Jadi Korban Termuda
Ezra Blount (9) selama beberapa hari harus bertahan dengan menggunakan alat dukungan hidup karena menderita trauma otak dan organ yang parah.
TRIBUNTERNATE.COM - Festival musik tahunan Astroworld yang digelar di taman rekreasi Houston, Jumat (5/11/2021) malam lalu, berujung duka.
Acara yang digelar oleh rapper Travis Scott itu dihadiri oleh lebih dari 50.000 orang dan berujung ricuh.
Satu hari selepas acara itu, otoritas setempat menyebut insiden massa terjadi sekitar jam 9.30 malam waktu setempat, Independent melaporkan.
Dilaporkan delapan orang tewas, sementara puluhan orang lainnya luka-luka.
Namun, daftar korban tewas dalam tragedi Festival Musik Astroworld ini bertambah panjang.
Seorang bocah usia 9 tahun yang sempat koma karena terjebak dalam kerumunan penonton Festival Astroworld Travis Scott itu dinyatakan meninggal dunia.
Kabar duka ini disampaikan pengacara dari pihak keluarga.
Ezra Blount (9) selama beberapa hari harus bertahan dengan menggunakan alat dukungan hidup karena menderita trauma otak dan organ yang parah.
Baca juga: Pasca-Insiden Konser Travis Scott, Video Lawas Linkin Park Hentikan Konser Saat Ricuh Kembali Viral
Baca juga: Konser Travis Scott Ricuh, 8 Orang Tewas, Diduga Ada yang Sengaja Suntik Narkoba, Ini Kronologinya

Dilansir BBC, kematian Ezra menambah daftar panjang korban tewas dalam festival musik ini.
Kini, total ada 10 penonton konser yang meninggal dan Ezra Blount adalah yang termuda.
Pengacara keluarga Ezra Blount mengonfirmasi kematian bocah malang itu pada Minggu (14/11/2021).
"Kematian Ezra benar-benar memilukan," kata pengacara hak-hak sipil, Ben Crump, dalam sebuah pernyataan.
"Ini seharusnya bukan hasil dari membawa putra mereka ke konser," tambahnya.
Dalam wawancara sebelumnya dengan ABC13, ayah Ezra, Treston Blount, mengatakan "belum siap kehilangan anak laki-laki saya".
"Kami masih memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan," katanya, menggambarkan bahwa putranya adalah penggemar berat Travis Scott.
Baca juga: Penentang Vaksin Covid-19 Seharusnya Bayar Sendiri Biaya Rumah Sakit Jika Terpapar Virus Corona
Baca juga: Tubagus Joddy jadi Tersangka, Denny Sumargo Berharap Masyarakat Bijak Menanggapi: Dia Pasti Belajar
Baca juga: Tujuh Kecamatan di Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat Masih Terdampak Banjir
Pekan Lalu, Ada Korban ke-9 yang Meninggal Dunia
Sebelumnya pada Rabu (10/11/2021) lalu, satu korban lainnya yakni Bharti Shahani juga dinyatakan meninggal.
Mahasiswa berusia 22 tahun di Texas A&M University itu merupakan korban ke-9 dalam tragedi Festival Musik Astroworld.
Diketahui, ratusan orang juga mengalami cedera saat kerumunan penonton merangsek ke arah panggung.
Terjadi lonjakan penonton di Festival Astroworld sekira pukul 21.15 waktu setempat.
Diperkirakan ada 50.000 orang berkerumun untuk menonton Travis Scott.
Menurut pihak berwenang, saat kerumunan menyebabkan cedera kepada sejumlah penonton, orang-orang mulai panik.
Kini penyelidik memeriksa video di TKP untuk mendalami penyebab kerusuhan dan hal-hal yang menyebabkan penonton tidak bisa keluar dari kerumunan.
Para korban dan saksi juga telah diperiksa.
Polisi mengatakan, para korban terinjak-injak penonton yang merangsek untuk mendekati panggung sekitar pukul 21.30 waktu setempat.
Scott terus tampil selama hampir 40 menit kemudian dan mengakhirinya sekitar 15 hingga 20 menit lebih cepat dari waktu yang dijadwalkan.
Travis Scott Dihujani Puluhan Tuntutan
Sebelumnya, sejumlah pengacara yang mewakili lebih dari 200 korban cedera pada Jumat (12/11/2021) mengaku telah mengajukan 90 tuntutan hukum kepada promotor konser.
Acara yang dihadiri 50.000 orang itu berujung ricuh dan tidak terkendali saat para penonton merangsek ke arah panggung.
"Kami mewakili lebih dari 200 korban yang terluka secara mental, fisik, dan psikologis di Festival Astroworld," kata Jaksa Hak Sipil Ben Crump pada konferensi pers di Houston.
Sebelumnya, 50 tuntutan lain telah diajukan kepada pihak Live Nation Entertainment Inc dan Travis Scott atas korban tewas dan luka selama konser.

Ben Crump mengatakan, salah satu dari pejabat di festival harusnya bisa mencegah jatuhnya korban jiwa maupun cedera.
Menurutnya, pihak berwenang bisa menyetop konser dan menyalakan lampu ketika terjadi kericuhan.
"Tidak seorang pun boleh mati karena pergi ke konser," katanya.
"Jadi gugatan ini bukan hanya tentang mendapatkan keadilan bagi mereka, tetapi tentang memastikan bahwa promotor dan penyelenggara tahu bahwa Anda tidak dapat membiarkan ini terjadi di masa depan," tambahnya.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bocah 9 Tahun yang Koma Usai Hadiri Konser Travis Scott Meninggal, Korban Tewas Bertambah Jadi 10