Kamis, 16 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Setelah Singapura, Malaysia Ikut Melaporkan Kasus Omicron Pertamanya Hari Ini

Setelah Singapura, negara tetangga Indonesia, Malaysia ikut melaporkan kasus pertama virus corona varian Omicron pada Jumat (3/11/2021).

ARIF KARTONO/AFP
ILUSTRASI Situasi pandemi Covid-19 di Malaysia - Malaysia melaporkan kasus varian Omicron pertamanya pada Jumat (3/12/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM - Setelah Singapura, negara tetangga Indonesia, Malaysia ikut melaporkan kasus pertama virus corona varian Omicron pada Jumat (3/11/2021).

Namun demikian, Menteri Kesehatan Malaysia mengatakan bahwa skema Vaccinated Travel Lane (VTL) antara Malaysia dan Singapura masih akan terus berlanjut.

Mengutip The Straits Times, kasus Omicron pertama yang terdeteksi di Malaysia itu diidentifikasi pada seorang perempuan berusia 19 tahun yang tiba dari Afrika Selatan melalui Singapura pada 19 November.

Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan Malaysia Khairy Jamaluddin dalam sebuah briefing pada Jumat (3/12/2021).

Khairy mengatakan, gadis tersebut adalah seorang mahasiswa di sebuah universitas swasta di Ipoh, Perak dan telah mendapatkan dua dosis vaksinasi Covid-19-nya.

Mahasiswa itu telah menjalani karantina selama 10 hari sebelum akhirnya lepas dari masa karantina pada 29 November 2021.

Pihak berwenang telah menguji ulang sampel positif yang sebelumnya, setelah Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan Omicron sebagai varian of concern (VoC) pada 24 November lalu.

Lima orang lain yang berbagi kendaraan dengan gadis itu pun sebelum karantina semuanya dinyatakan negatif.

Baca juga: Omicron Sudah Sampai Singapura, Polri Perketat Pintu Masuk Darat, Laut, dan Udara Menuju Bali

Baca juga: Mutasi Omicron yang Banyak Dikhawatirkan Bisa Buat Varian Ini Sulit Dilawan dan Dideteksi

ILUSTRASI Pandemi Covid-19
ILUSTRASI Pandemi Covid-19 (JOE KLAMAR/AFP)

"Penting untuk dicatat bahwa kasus ini masuk ke Malaysia pada 19 November, sebelum Afrika Selatan melaporkan kasus pertama ke WHO," tutur Khairy.

"Setelah kami mengetahui tentang Omicron, kami kembali melakukan tes genom pada semua kasus positif dari Bandara Internasional Kuala Lumpur antara 11 hingga 28 November. Begitulah cara kami mendeteksi kasus tersebut," lanjutnya.

Pihak berwenang pun telah meminta gadis tersebut bersama dengan delapan kontak eratnya untuk menjalani pengujian lebih lanjut setelah sampel pengujian sebelumnya dikonfirmasi sebagai varian baru.

Hingga kini, makin banyak negara yang melaporkan kasus Omicron, yang menurut WHO membawa risiko sangat tinggi dan bisa menyebabkan lonjakan infeksi Covid-19.

Sebelumnya, Singapura mengonfirmasi dua kasus impor pada Kamis (2/12/2021).

Pekan ini, Malaysia melarang sementara masuknya pelancong dari delapan negara Afrika Selatan yang telah melaporkan adanya varian Omicron di daerahnya.

Pada Senin (29/11/2021), Malaysia dan Singapura membuka jalur perjalanan darat dan udara bagi mereka yang sudah divaksinasi, dan berencana untuk membuka kembali perbatasan mereka karena infeksi harian mulai menurun.

Meski kini kasus Omicron telah terdeteksi di negaranya, Khairy mengatakan bahwa Malaysia akan tetap mempertahankan jalur perjalanan VTL-nya dengan Singapura untuk saat ini.

Baca juga: Antisipasi Omicron, Luhut Binsar: Pejabat Negara Dilarang Bepergian ke Luar Negeri

Baca juga: Kepala Petugas Kesehatan Australia Sebut Tak Ada Bukti bahwa Covid-19 Omicron Lebih Mematikan

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Freepik)

"Saya telah berbicara dengan mitra saya di Singapura pagi ini... dan kami menegaskan kembali bahwa VTL akan berlanjut."

"Kami akan terus update informasi antar satu sama lain setiap hari dan mengoordinasikan tanggapan kami sesuai dengan itu," ucap Khairy.

Ia menegaskan bahwa Malaysia akan segera memberlakukan pembatasan lebih lanjut, termasuk tes tambahan untuk pelancong yang divaksinasi dari Singapura, yang diizinkan memasuki Malaysia tanpa karantina.

Pada Rabu (1/12/2021), Khairy juga mengatakan bahwa pelancong yang memasuki Malaysia melalui VTL diharuskan untuk melakukan tes cepat Covid-19 tambahan pada hari ketiga dan ketujuh setelah kedatangan mereka.

(TribunTernate.com/Ron)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved