Breaking News:

Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi Jadi Tersangka Suap, Berikut Karier Politik dan Kontroversinya

Wali Kota Bekasi ditetapkan sebagai tersangka bersama delapan pihak lainnya terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan.

Tribunnews/Jeprima
Tersangka Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi atau Pepen dengan mengenakan rompi tahanan KPK meninggalkan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, (6/1/2022). KPK menetapkan 9 orang tersangka kasus korupsi terkait dengan pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di pemerintahan Kota Bekasi dan mengamankan barang bukti uang mencapai Rp 5,7 miliar dengan perincian Rp 3 miliar dalam bentuk tunai dan sisanya saldo rekening buku tabungan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu (5/1/2022).

Ia ditangkap bersama sejumlah pihak lainnya pada Rabu siang, sekitar pukul 14.00 WIB.

Dari OTT tersebut, KPK mengamankan uang total Rp 5,7 miliar.

Bukti uang yang disita dalam bentuk uang tunai dan buku tabungan.

Pria yang akrab disapa Pepen itu diduga menerima suap untuk proyek pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi.

Kini, KPK telah menetapkan Rahmat Effendi sebagai tersangka suap, Kamis (6/1/2022).

Wali Kota Bekasi ditetapkan sebagai tersangka bersama delapan pihak lainnya terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemkot Bekasi.

Sehingga, total ada sembilan orang tersangka dalam OTT KPK.

Sembilan tersangka tersebut, kata Ketua KPK Firli Bahuri, ditahan mulai 6 Januari sampai 25 Januari 2022 untuk kepentingan penyidikan.

Satu di antara 9 tersangka yang ditahan KPK yakni Rahmat Effendi.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved