Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kenaikan Kasus Omicron Tinggi tapi Pasien Rawat Inap Rendah, Menkes Ubah Strategi Layanan Kesehatan

Menurut Menkes, jumlah kasus Omicron di Indonesia akan terus meningkat, bahkan melebihi varian Delta, namun pasien rumah sakit akan lebih rendah.

ist
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin saat jumpa pers dengan media asing di Kantor Presiden, Rabu (2/9/2020). 

Gejala paling banyak yang dialami penderita Omicron

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes,  dr Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan gejala paling banyak yang dialami oleh penderita Omicron.

“Mayoritas (penularan) masih didominasi pelaku perjalanan luar negeri. Dari hasil pemantauan, sebagian besar kondisinya ringan dan tanpa gejala."

"Gejala paling banyak adalah batuk (49 persen) dan pilek (27 persen),” kata dr Nadia, dikutip dari kemkes.go.id.

Selain itu, Kemenkes juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat kegiatan 3T (Testing, Tracing, Treatment).

Baca juga: Jokowi Akhirnya Gratiskan Vaksin Booster untuk Semua Masyarakat, Syaratnya Hanya Ini

Baca juga: Penerima Sinovac akan Dapat Booster Vaksin Merek Zifivax buatan China, Efektifkah?

Kemenkes meminta pemda untuk aktif melakukan pemantauan apabila ditemukan cluster-cluster baru Covid-19 dan segera melaporkan serta berkoordinasi dengan pusat apabila ditemukan kasus konfirmasi Omicron di wilayahnya.

“Poin utama dari aturan ini untuk memperkuat koordinasi pusat dan daerah serta fasyankes dalam menghadapi ancaman penularan Omicron."

"Mengingat dalam beberapa waktu terakhir kasus transmisi lokal terus meningkat," ujar dr Nadia.

Menurut dr Nadia, kesiapan daerah dalam merespons penyebaran Omicron ini menjadi sangat penting untuk mencegah cluster baru penularan Covid-19 muncul.

Selain otoritas daerah, seluruh masyarakat juga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

dr Nadia menekankan kewaspadaan individu untuk terus ditingkatkan guna menghindari potensi penularan Omicron.

Protokol kesehatan 5M dan vaksinasi harus berjalan beriringan sebagai kunci untuk melindungi diri dan orang sekitar dari penularan Omicron.

Diketahui, Omicron memiliki tingkat penularan yang jauh lebih cepat dibandingkan varian Delta.

Sejak ditemukan pertama kali pada Rabu, 24 November 2021 di Afrika Selatan, kini Omicron telah terdeteksi di lebih dari 110 negara dan diperkirakan akan terus meluas.

Di level nasional, pergerakan Omicron juga terus meningkat sejak pertama kali dikonfirmasi pada 16 Desember 2021.

(TribunTernate.com/Ron)(Tribunnews.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved