ARCoV, Vaksin mRNA Pertama Buatan China Berhasil Picu Respons Imun pada 95% Penerima Vaksinnya

Vaksin Covid-19 teknologi mRNA pertama buatan China, ARCoV, berhasil memicu respons imun tubuh pada 95% penerimanya pada uji coba tahap pertama.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. 

Namun untuk ARCoV ini, China belum menyetujui vaksin mRNA itu untuk penggunaan umum.

Baca juga: Virus Corona Varian Omicron Dapat Bertahan hingga 8 Hari pada Permukaan Plastik

Baca juga: Terus Bertambah, Jumlah Kasus Covid-19 Varian Omicron di Indonesia Kini Capai 1.766 Orang

Meski demikian, ARCoV telah disetujui oleh regulator obat China pada Juni 2021 untuk memulai uji klinis.

Hal itu membuat ARCoV menjadi salah satu vaksin mRNA terdepan yang dibuat di dalam negeri (China).

Saat ini, vaksin tersebut sedang dalam uji coba fase tiga di luar negeri, termasuk Indonesia, Meksiko, dan Nepal.

Namun, tidak ada data dari studi fase dua dan tiga yang dirilis.

Selain itu, para peneliti juga mempelajari penggunaan vaksin mRNA ini sebagai suntikan booster untuk orang China, yang sebagian besar divaksinasi dua dosis vaksin dari virus yang tidak aktif dan bukan mRNA.

Selain ARCoV, ada pula vaksin mRNA alternatif yang dikembangkan oleh perusahaan biotek China, termasuk di antaranya dibuat oleh Stmirna Therapeutics dan Zhuhai Lifanda Biotechnology.

Pada Desember 2021, pembangunan fasilitas produksi untuk ARCoV dimulai di provinsi Yunnan, China Barat Daya.

Melansir The Strait Times, proyek ini akan mulai beroperasi dalam delapan bulan dengan kapasitas awal 120 juta dosis per tahun.

(TribunTernate.com/Ron)(The Strait Times)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved