Penipuan Berkedok Pre-Order Minyak Goreng di Bandung: Puluhan Ibu-ibu Jadi Korban, Kerugian Miliaran
Dalam penipuan ini, puluhan ibu-ibu yang bermaksud memborong minyak goreng dengan harga murah menjadi korban.
TRIBUNTERNATE.COM - Di tengah langkanya dan mahalnya harga minyak goreng di pasaran, kasus penipuan pun bermunculan.
Kali ini, penipuan berkedok pre-order minyak goreng terjadi di Bandung, Jawa Barat.
Dalam penipuan ini, puluhan ibu-ibu yang bermaksud memborong minyak goreng dengan harga murah menjadi korban.
Total kerugian diperkirakan mencapai Rp 1,5 miliar, sementara IR, terduga pelaku, kini menghilang entah ke mana.
Ayu Ratna, salah seorang korban, menceritakan kasus yang menimpa dirinya itu.
Ayu mengaku tergiur membeli minyak goreng dengan sistem pre-order dari IR karena harganya yang murah.
Ia percaya lantaran melihat tetangganya yang sudah lebih dulu berlangganan kepada IR tidak mendapatkan masalah.
"Saya kenal (IR) dari tetangga sebelah rumah, karena saya lihat sebelah rumah saya lancar-lancar saja pengirimannya sampai berapa ratus karton, kemudian saya coba ikutan," ujar warga Cibiru Hilir, Kabupaten Bandung, ini saat dihubungi Tribun melalui sambungan telepon, Rabu (23/2/2022).
Baca juga: Golkar Tak Risau dengan Hasil Survei Litbang Kompas, Konsisten Usung Airlangga jadi Capres 2024
Singkat cerita, Ayu pun akhirnya membeli minyak goreng premium merk Bimoli kemasan dua liter sebanyak 50 karton dengan biaya Rp 10 juta, dibayar di awal.
Pada pembelian pertamanya, Desember lalu, kata Ayu, barang datang seperti yang dijanjikan.
"Kemudian dia (terduga pelaku) nawarin lagi harga promo 100 karton, Bimoli per 2 liter cuma Rp 30 ribu saat harga normalnya Rp 38.500. Karena percaya, saya ikutan beli, Rp 18 jutaan sekian," katanya.
Pada pemesanan kedua inilah, kata Ayu, pengiriman tidak berjalan seperti seharusnya. Sudah satu minggu minyak yang dipesannya tak kunjung datang, dan IR selalu terus memberikan alasan saat ditanya tentang pesanannya.
Hal inilah yang membuat Ayu curiga.
"Pengirimannya ketunda terus, alasannya karena nunggu dari gudangnya kosong, terus dia bilang dananya mau dikembalikan," ucapnya.
Baca juga: Viral Seorang Ibu Minta Anaknya Minum ASI yang Dibekukan selama 19 Tahun, Begini Nasib Sang Putra
Baca juga: Sebelum Indonesia, Mesir & Arab Saudi Sudah Lebih Dulu Terapkan Pembatasan Pengeras Suara di Masjid
Namun, proses pengembalian uang pun, kata Ayu, tidak semulus yang dibayangkan. Lagi-lagi, IR mengundur-undur waktu hingga akhirnya Ayu kesal dan mengancam IR.