Bersiap Lawan Pasukan Rusia, Kaum Wanita di Ukraina Ramai-ramai Rakit Bom
Kaum wanita warga Ukraina ramai-ramai berkumpul merakit bom molotov di Kota Dnipro, Ukraina.
TRIBUNTERNATE.COM - Pada Sabtu (26/2/2022) invasi yang dilakukan pasukan militer Rusia telah mencapai Ibu Kota Ukraina, Kiev.
Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis (24/2/2022) telah menyampaikan operasi militer spesial yang ia lakukan hanya bertujuan untuk melakukan demiliterisasi.
Namun pada kenyataannya warga sipil Ukraina turut terkena dampaknya.
Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan sebanyak 240 warga sipil di Ukraina mengalami luka-luka, sedangkan 64 orang tewas akibat invasi Rusia.
Sementara itu Menteri Kesehatan Ukraina, Viktor Lyashko menyampaikan ada tiga anak-anak warga Ukraina yang tewas karena serangan Rusia.
Kemudian, terdapat 33 anak-anak mengalami luka-luka.
Sejak Jumat (25/2/2022), pemerintah Ukraina telah menyampaikan ajakan kepada masyarakat untuk mempersiapkan bom molotov guna melawan pasukan Rusia.
Baca juga: Tepis Isu Melarikan Diri di Tengah Invasi Rusia, Presiden Ukraina Unggah Video: Saya Tetap di Sini
Baca juga: Vladimir Putin Perintahkan Agresi Rusia ke Ukraina, Ini Reaksi Negara-negara dan Organisasi Dunia
Himbauan itu disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Ukraina lewat akun Twitternya @DefenceU.
"Kami meminta kepada masyarakat untuk menginfokan tentang pergerakan perlengkapan! Buatlah bom molotov, lawan para musuh! Berhati-hati lah! Jangan tinggalkan rumah!."
Bahkan saluran televisi di Ukraina telah menyiarkan sebuah panduan atau tutorial untuk merakit bom molotov.
Di sisi lain, tim BBC sempat mengunjungi Kota Dnipro, Ukraina.
Di sana, kaum wanita warga Ukraina ramai-ramai berkumpul merakit bom molotov.
Kota Dnipro sendiri sebenarnya masih aman dan belum dimasuki oleh pasukan militer Rusia.
Baca juga: Rusia Berhasil Rebut Chernobyl dari Ukraina, Faktor Geografi Jadi Alasan Utama
Baca juga: Viral Video Pria Ukraina Menangis Antar Anaknya ke Zona Aman, Diduga akan Berpisah lantaran Perang
Seorang ibu guru bernama Arina mengaku tak pernah membayangkan dirinya akan melakukan kegiatan merakit bom.
"Tidak ada yang menyangka akan seperti ini kita menghabiskan akhir pekan," ujar Arina.
"Tidak pernah ada yang mengira, tetapi sekarang kita melakukan ini."
"Dan sepertinya hanya ini hal yang paling penting dilakukan untuk sekarang," sambungnya.
Kegiatan merakit bom ramai-ramai itu terjadi pada Sabtu (26/2/2022).
Arina menjelaskan, meskipun belum diserang ia harus mempersiapkan diri.
(TribunTernate.com/Qonitah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/ukraina-rusia-vgfgfaf.jpg)