Rabu, 27 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Terkini Internasional

Sejumlah Perusahaan Multinasional Kompak Mundur dari Rusia, Ada Disney, Apple, hingga Boeing

Sejumlah perusahaan multinasional, seperti Disney, Apple, hingga Boeing berbondong-bondong menghentikan operasional perusahaan mereka di Rusia.

Tayang:
Frederic J. BROWN/AFP
Perusahaan hiburan Disney hentikan operasi di Rusia - Dalam foto: Disney Studio Store di Hollywood, California pada 30 September 2020. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sejumlah perusahaan multinasional, seperti Apple, Disney, hingga Ford berbondong-bondong menghentikan operasional perusahaan mereka di Rusia.

Pada Selasa (2/3/2022), perusahaan Exxon mengumumkan bahwa mereka akan mundur dari proyek Rusia terakhirnya.

Melansir CNN Business, Exxon berjanji meninggalkan proyek minyak dan gas terakhir yang tersisa di Rusia dan tidak berinvestasi dalam pengembangan baru di negara tersebut.

Sementara itu, perusahaan Boeing mengatakan bahwa mereka telah menangguhkan operasional berskala besar di Moskow, Rusia.

Perusahaan pemain energi global, termasuk BP dan Shell juga telah bergerak mundur dari Rusia.

Shell keluar dari Rusia dan meninggalkan usaha patungannya dengan Gazprom, termasuk keterlibatannya dengan jaringan pipa gas alam Nord Stream 2 yang hampir mati.

TotalEnergies, sebuah perusahaan minyak dan gas multinasional terkemuka, juga mengutuk tindakan Rusia dan mengatakan tidak akan lagi memberikan modal untuk proyek baru di negara tersebut.

Sementara di dunia hiburan, perusahaan Disney dan perusahaan induk CNN, yakni WarnerMedia juga telah "meninggalkan Rusia.

Mereka berhenti merilis film di negara tersebut.

Baca juga: Lebih dari 677.000 Orang Ukraina Mengungsi dari Serangan Rusia, Sebagian Besar ke Polandia

Baca juga: Susul Facebook, YouTube Ikut Blokir Iklan dan Monetisasi Semua Akun Pemerintah Rusia di Platformnya

Produsen mobil terkemuka asal Amerika Serikat (AS), Ford juga telah mengumumkan pada Selasa (2/3/2022) bahwa mereka menangguhkan operasinya di Rusia.

Perusahaan itu memiliki 50 persen saham di Ford Sollers, sebuah perusahaan patungan yang mempekerjakan setidaknya 4.000 orang dan dibagi dengan perusahaan Rusia Sollers.

Sebelumnya, pekan lalu General Motors juga mengatakan bahwa pihaknya menghentikan semua ekspor ke negara tersebut sampai waktu yang tidak ditentukan.

Sementara, Boeing mengatakan bahwa mereka akan menangguhkan dukungan untuk maskapai Rusia.

Sejalan dengan Boeing, Airbus juga melakukan langkah serupa pada Rabu (2/3/2022).

Dalam sebuah pernyataan, pembuat pesawat mengatakan bahwa mereka telah "menangguhkan layanan dukungan untuk maskapai Rusia, serta pasokan suku cadang ke negara itu."

Perusahaan Apple yang didirikan oleh Steve Jobs pada 1 April 1976.
Perusahaan Apple yang didirikan oleh Steve Jobs pada 1 April 1976. (INC)
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved