Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Konflik Rusia vs Ukraina

Pekan Ketiga Invasi Rusia, Lebih dari 3 Juta Orang Pergi Meninggalkan Ukraina

PBB menyebut bahwa per Selasa (15/3/2022), jumlah orang Ukraina yang melarikan diri ke luar negeri telah melampaui 3 juta orang.

Attila KISBENEDEK/AFP
Pengungsi dari Ukraina tiba di stasiun kereta api Zahonyi, dekat perbatasan Hungaria-Ukraina pada Minggu (27/2/2022). PBB menyebut bahwa per Selasa (15/3/2022), jumlah orang Ukraina yang melarikan diri ke luar negeri telah melampaui 3 juta orang. 

TRIBUNTERNATE.COM - 'Operasi militer khusus' yang diinisiasi oleh Rusia terhadap Ukraina telah memasuki pekan ketiga.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyebut bahwa per Selasa (15/3/2022), jumlah orang Ukraina yang melarikan diri ke luar negeri telah melampaui 3 juta orang.

Diketahui, invasi Rusia bermula saat Presiden Vladimir Putin memerintahkan 'operasi militer khusus' ke wilayah timur Ukraina pada Kamis (24/2/2022) lalu.

Sejauh ini, data Badan Pengungsi PBB (UNHCR) menyebut, sekitar 3.000.081 orang telah meninggalkan Ukraina.

Dikutip dari Channel News Asia, UNHCR mendasarkan data tersebut pada rencana bantuan yang akan diberikan kepada 4 juta pengungsi.

Namun, UNHCR juga mengatakan bahwa angka tersebut kemungkinan akan meningkat.

Baca juga: Presiden Ukraina Sebut Kyiv Hanya Bisa Direbut dengan Cara Membunuh Semua Orang, Tantang Rusia?

Baca juga: Amerika Serikat Peringatkan China untuk Tidak Beri Bantuan kepada Rusia

Pengungsi dari Ukraina tengah menunggu antrean untuk masuk ke Polandia di perlintasan perbatasan Medyka, Senin (28/2/2022).
Pengungsi dari Ukraina tengah menunggu antrean untuk masuk ke Polandia di perlintasan perbatasan Medyka, Senin (28/2/2022). (Wojtek Radwanski/AFP via Getty Images)

Pada Minggu (13/3/2022) lalu, terjadi serangan Rusia di pangkalan militer Yavoriv dekat Lviv.

Setelah serangan tersebut, sejumlah orang dari Ukraina barat kini bergabung dengan arus pengungsi yang melintasi perbatasan.

"Semua orang menganggap Ukraina Barat cukup aman sampai mereka mulai menyerang Lviv," kata Zhanna, 40, seorang ibu dari Kharkiv, yang sedang menuju ke Polandia untuk bertemu kembali dengan ibu baptisnya yang meninggalkan Ukraina beberapa hari sebelumnya.

"Kami meninggalkan Kharkiv menuju Kirovohrad," katanya di stasiun kereta api Przemysl, kota terdekat dengan titik perbatasan tersibuk Polandia dan Ukraina.

"Kami ingin tinggal di sana. Kami tidak ingin pergi ke luar negeri."

"Kemudian mereka mulai menyerang Kirovohrad, mereka mulai menyerang Lviv dan sulit untuk menghindari bom dengan membawa serta seorang anak kecil," katanya, menambahkan bahwa suaminya telah tinggal di Ukraina.

Sebagian besar pengungsi berada di negara-negara yang berbatasan dengan Ukraina, seperti Polandia, Slovakia, Hongaria, Rumania, dan Moldova.

Namun, lebih dari setengah jumlah pengungsi itu atau sekitar 1,8 juta orang berada di Polandia.

Pada Selasa, sejumlah besar pengungsi mulai bergerak lebih jauh ke barat, dengan 300.000 orang sejauh ini ke mengarah ke Eropa Barat, kata UNHCR.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved