Vaksinasi Covid19

Penerima Vaksin Sinovac Lebih Mungkin Terinfeksi Covid-19 & 5 Kali Lipat Berisiko Alami Gejala Parah

Hasil penelitian terbaru di Singapura menunjukkan, orang yang divaksin Sinovac 2 kali lipat berisiko terinfeksi Covid ketimbang yang divaksin Pfizer.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rizki A
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
ILUSTRASI Vaksinasi Covid-19 - Penelitian menunjukkan bahwa penerima vaksin Sinovac lebih rentan terkena Covid-19 dan alami gejala parah. 

TRIBUNTERNATE.COM - Penerima vaksin Sinovac lima kali lebih berisiko mengalami gejala Covid-19 parah saat mereka terinfeksi, ketimbang mereka yang menerima vaksin Pfizer.

Selain itu, penerima vaksin Sinovac juga dua kali lipat lebih mungkin terinfeksi Covid-19 daripada orang-orang yang menerima vaksin Pfizer.

Hal tersebut diketahui dari sebuah penelitian di Singapura yang dipublikasikan pada Selasa, 12 April 2022.

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli penyakit menular ini melihat adanya perbedaan kemanjuran di antara vaksin mRNA dengan vaksin yang menggunakan virus Covid-19 tak aktif.

Vaksin mRNA sendiri di antaranya seperti Pfizer dan Moderna, sementara vaksin Covid-19 dengan virus tak aktif yakni Sinovac dan Sinopharm.

Penelitian ini mencakup periode tujuh minggu, yakni mulai 1 Oktober 2021 hingga 21 November 2021 dan melibatkan hampir tiga juta orang dewasa berusia 20 tahun ke atas yang telah menerima dua dosis vaksin Covid-19.

Baca juga: Ditemukan Kontaminan Benda Asing di Botol Vaksin, Moderna Tarik 764.900 Dosis Produksinya

Baca juga: Penelitian: Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Hanya Beri Sedikit Manfaat bagi Orang Dewasa Muda

Hasilnya, penelitian ini menemukan bahwa apabila dibandingkan dengan orang yang mendapat vaksin Pfizer, penerima Sinovac 2,37 kali lebih mungkin terinfeksi Covid-19.

Sementara, mereka yang divaksinasi dengan vaksin Sinopharm 1,62 kali lebih mungkin terinfeksi Covid-19.

Di sisi lain, mereka yang mendapat vaksin Moderna ditemukan 0,42 kali atau kurang dari setengah, lebih mungkin mengalami gejala parah daripada penerima Pfizer.

Sementara, mereka yang mendapat suntikan Sinopharm 1,58 kali lebih mungkin mengalami gejala parah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved