Rabu, 3 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Vaksinasi Covid19

Penerima Vaksin Sinovac Lebih Mungkin Terinfeksi Covid-19 & 5 Kali Lipat Berisiko Alami Gejala Parah

Hasil penelitian terbaru di Singapura menunjukkan, orang yang divaksin Sinovac 2 kali lipat berisiko terinfeksi Covid ketimbang yang divaksin Pfizer.

Tayang:
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
ILUSTRASI Vaksinasi Covid-19 - Penelitian menunjukkan bahwa penerima vaksin Sinovac lebih rentan terkena Covid-19 dan alami gejala parah. 

TRIBUNTERNATE.COM - Penerima vaksin Sinovac lima kali lebih berisiko mengalami gejala Covid-19 parah saat mereka terinfeksi, ketimbang mereka yang menerima vaksin Pfizer.

Selain itu, penerima vaksin Sinovac juga dua kali lipat lebih mungkin terinfeksi Covid-19 daripada orang-orang yang menerima vaksin Pfizer.

Hal tersebut diketahui dari sebuah penelitian di Singapura yang dipublikasikan pada Selasa, 12 April 2022.

Penelitian yang dilakukan oleh para ahli penyakit menular ini melihat adanya perbedaan kemanjuran di antara vaksin mRNA dengan vaksin yang menggunakan virus Covid-19 tak aktif.

Vaksin mRNA sendiri di antaranya seperti Pfizer dan Moderna, sementara vaksin Covid-19 dengan virus tak aktif yakni Sinovac dan Sinopharm.

Penelitian ini mencakup periode tujuh minggu, yakni mulai 1 Oktober 2021 hingga 21 November 2021 dan melibatkan hampir tiga juta orang dewasa berusia 20 tahun ke atas yang telah menerima dua dosis vaksin Covid-19.

Baca juga: Ditemukan Kontaminan Benda Asing di Botol Vaksin, Moderna Tarik 764.900 Dosis Produksinya

Baca juga: Penelitian: Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Hanya Beri Sedikit Manfaat bagi Orang Dewasa Muda

Hasilnya, penelitian ini menemukan bahwa apabila dibandingkan dengan orang yang mendapat vaksin Pfizer, penerima Sinovac 2,37 kali lebih mungkin terinfeksi Covid-19.

Sementara, mereka yang divaksinasi dengan vaksin Sinopharm 1,62 kali lebih mungkin terinfeksi Covid-19.

Di sisi lain, mereka yang mendapat vaksin Moderna ditemukan 0,42 kali atau kurang dari setengah, lebih mungkin mengalami gejala parah daripada penerima Pfizer.

Sementara, mereka yang mendapat suntikan Sinopharm 1,58 kali lebih mungkin mengalami gejala parah.

Associate Professor Lye, salah satu peneliti studi ini mengatakan dalam sebuah cuitan di Twitter pada Rabu (13/4/2022) bahwa penerima Sinovac lebih mungkin mengalami gejala Covid-19 parah.

"Studi di Singapura menunjukkan adanya risiko lima kali lipat mengalami gejala Covid-19 parah pada penerima vaksin Sinovac dibandingkan penerima vaksin Pfizer."

"Untungnya hanya 2 persen (populasi Singapura) yang divaksinasi dengan Sinovac," tulisnya seperti dikutip TribunTernate.com dari The Straits Times, Kamis (14/4/2022).

Baca juga: Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Hanya Mampu Melindungi Lansia dari Virus dalam Waktu Sebentar Saja

Baca juga: Dulu Kekurangan, Kini Dunia Kewalahan karena Banjir Stok Vaksin Berlebih

Namun demikian, para penulis menyimpulkan bahwa bagaimanapun tingkat perlindungan dari semua vaksin dalam kategori cukup.

Baik vaksin dengan virus utuh yang tidak aktif dan vaksin metode mRNA, keduanya sama-sama memberikan perlindungan yang cukup terhadap gejala parah.

Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved