Virus Corona
Dulu Kekurangan, Kini Dunia Kewalahan karena Banjir Stok Vaksin Berlebih
Beberapa perusahaan yang terkena imbasnya adalah pabrik vaksin lokal dari India hingga Indonesia yang membangun kapasitas raksasa untuk membuat vaksin
TRIBUNTERNATE.COM - Setelah perusahaan produsen vaksin berlomba untuk membangun kapasitas dan memenuhi kebutuhan vaksin yang membeludak selama pandemi Covid-19, kini industri vaksin global menghadapi kebanjiran stok vaksin berlebih.
Hal ini karena permintaan vaksin yang telah berkurang karena banyak produsen yang terlambat masuk pasar saat pandemi sudah mulai terkontrol.
Fenomena ini menyebabkan perusahaan-perusahaan vaksin memperebutkan pasar global yang telah menurun permintaannya.
Beberapa perusahaan yang terkena imbasnya adalah pabrik vaksin lokal dari India hingga Indonesia yang telah membangun kapasitas raksasa untuk membuat vaksin.
Bahkan, ketika booster cenderung digaungkan menjaga agar permintaan vaksin tetap hidup seluruh dunia, tidak membuat permintaan vaksin menjadi naik seperti yang terjadi tahun lalu.
Sebaliknya, keadaan telah berbalik secara dramatis, dan kemungkinan dunia mengalami kelebihan pasokan vaksin.
Baca juga: Penelitian: Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Hanya Beri Sedikit Manfaat bagi Orang Dewasa Muda
Baca juga: Belum dapat Fatwa Halal, Panja DPR RI Desak Pemerintah Ujikan Vaksin Booster yang Tersedia ke MUI
Di seluruh dunia, lebih dari 11 miliar dosis telah diberikan, dengan serapan yang semakin meningkat dari negara-negara miskin dengan tingkat cakupan yang rendah.
Tetapi setelah bergulat dengan kekurangan vaksin yang parah tahun lalu, Covax, sebuah inisiatif berbagi vaksin yang didukung WHO untuk yang memasok negara-negara berpenghasilan rendah hingga menengah, mengatakan bahwa pada Januari stok vaksin telah melebihi permintaan.
Distribusi, kapasitas penyerapan, dan keragu-raguan sekarang menjadi tantangan utama untuk mendapatkan vaksin di negara-negara Afrika.
"Pasokan melebihi permintaan di sebagian besar dunia, bahkan dengan banyak negara meluncurkan suntikan booster," kata Scott Rosenstein, penasihat perawatan kesehatan khusus yang berbasis di New York untuk Eurasia Group seperti dikutip The Straits Times.
Rosenstein juga memperkirakan produksi vaksin akan berkurang tahun ini dan tahun depan, kecuali ada varian yang ternyata lebih parah.
"Begitu persepsi ditetapkan bahwa Omicron cenderung tidak menyebabkan penyakit parah, dan vaksin tidak berfungsi dengan baik dalam mencegah infeksi meskipun tetap memberikan perlindungan yang kuat terhadap penyakit parah, permintaan vaksin Covid-19 telah menurun drastis," lanjut Rosenstein.
Jumlah vaksin yang dibutuhkan di tahun-tahun mendatang diperkirakan akan menurun dari hari-hari awal pandemi.
Namun, akan semakin banyak produsen vaksin yang mencoba turun ke pasar.
Baca juga: Pasien Covid-19 Sebaiknya Jangan Makan Makanan Ini, Bisa Memperparah Gejala & Memperlambat Pemulihan
Baca juga: Long Covid Bisa Sembuh Sendiri, tapi Ahli Sarankan Konsultasi Jika Rasakan Gejala Ini Terus Menerus
Menurut data dari perusahaan analis Airfinity, lebih dari 9 miliar dosis vaksin dapat diproduksi pada tahun 2022.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/vaksin-covid-hfbvij.jpg)