Virus Corona
Vaksin Khusus Omicron Buatan Sinopharm Telah Disetujui untuk Uji Klinis di Hongkong
Dua kandidat vaksin itu, keduanya mengandung virus Omicron yang tidak aktif atau "dimatikan" dan serupa dengan vaksin Sinopharm yang digunakan di Cina
TRIBUNTERNATE.COM - Dua kandidat vaksin Covid-19 yang dikembangkan oleh unit China National Biotec Group (CNBG) untuk menargetkan varian Omicron telah disetujui untuk uji klinis sebagai booster di Hongkong.
Hal ini diumumkan oleh anak perusahaan Sinopharm, Sabtu (16/4/2022).
Belakangan, para ilmuwan di seluruh dunia berlomba untuk mempelajari vaksin yang dikhususkan untuk menangkal varian Omicron.
Hal ini disebabkan karena data menunjukkan bahwa antibodi yang ditimbulkan oleh vaksin berdasarkan varian yang lebih awal, menunjukkan aktivitas yang lebih lemah untuk menetralkan Omicron, varian yang diketahui sangat menular.

Dua kandidat vaksin itu, keduanya mengandung virus Omicron yang tidak aktif atau "dimatikan" dan serupa dengan dua vaksin Sinopharm yang digunakan di China.
Kedua kandidat vaksin ini akan diuji pada orang dewasa yang telah menerima dua atau tiga dosis vaksin, kata CNBG dalam sebuah pernyataan seperti dikutip The Straits Times.
Baca juga: Vaksin Covid-19 Novavax Efektif 82 Persen Melindungi dari Virus Corona
Baca juga: Penerima Vaksin Covid-19 Janssen J&J Satu Dosis Boleh Langsung Booster dengan Vaksin Moderna
Baca juga: Vaksin Covid-19 Dosis Keempat Hanya Mampu Melindungi Lansia dari Virus dalam Waktu Sebentar Saja
Namun, CNBG tidak menentukan produk vaksin mana yang akan diterima peserta uji coba sebelum menggunakan booster eksperimental.
Selain itu, mereka juga tidak menyebutkan secara lebih rinci berapa banyak subjek yang akan direkrut.
Sebuah penelitian di Cina menunjukkan bahwa dosis keempat BBIBP-CorV, vaksin Sinopharm yang sudah ada, tidak secara signifikan meningkatkan tingkat antibodi terhadap Omicron.
Diketahui, dosis keempat tersebut diberikan enam bulan setelah dosis booster ketiga.
Sementara dosis keempat memang mengembalikan tingkat antibodi ke sekitar tingkat puncak setelah dosis ketiga, para peneliti mengatakan vaksin baru akan menawarkan alternatif yang lebih baik sebagai penguat di masa depan.
(TribunTernate.com/Qonitah)