Konflik Israel vs Palestina
Israel Serang Masjid Al Aqsa hingga Lukai 150 Warga Palestina, Ini Tanggapan AS dan Uni Eropa
AS meminta semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan provokatif lebih lanjut.
TRIBUNTERNATE.COM - Amerika Serikat (AS) mengatakan pihaknya sangat prihatin dengan kekerasan yang terjadi di Yerusalem yang mengakibatkan lebih dari 150 warga Palestina terluka dalam bentrokan dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa.
AS meminta semua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan provokatif lebih lanjut.
Selain itu, AS juga meminta seluruh pihak untuk tetap melanjutkan status quo di wilayah Masjid Al Aqsa bagi muslim atau Temple Mount bagi Yahudi.
"Kami meminta semua pihak untuk menahan diri, menghindari tindakan provokatif dan retorika, dan melanjutkan status quo bersejarah di Haram al-Sharif/Temple Mount," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price dalam sebuah pernyataan.
Sementara itu, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Josep Borrell juga menyerukan untuk menahan diri dengan kuat, terutama pada saat perayaan keagamaan untuk tiga agama besar yakni Islam, Yahudi, dan Nasrani.
"Sangat prihatin dengan bentrokan di Al Aqsa dan oleh banyak peristiwa kekerasan beberapa minggu terakhir di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki," kata Borrel seperti dikutip dari Euronews.
Baca juga: Mengenal Nuzulul Quran dan 5 Keutamaannya, Jatuh pada 17 Ramadan
Baca juga: Beda Sikap atas Konflik Rusia-Ukraina dan Israel-Palestina, FIFA dan UEFA Dianggap Standar Ganda
Baca juga: Perdana Menteri Israel Tolak Usulan AS yang Ingin Membuka Kembali Konsulat Palestina di Yerusalem
"Saya menyerukan semua pihak untuk bertindak menahan diri dengan kuat, terutama pada saat perayaan keagamaan untuk tiga agama besar ini."
Sebelumnya, pada Jumat, 15 April 2022 lalu, pasukan keamanan Israel memasuki kompleks masjid Al-Aqsa di Yerusalem sebelum fajar, ketika ribuan orang Palestina berkumpul untuk sholat selama bulan suci Ramadhan.
Menurut keterangan tim medis di tempat kejadian, bentrokan yang terjadi itu melukai 150 warga Palestina.
Dalam pembelaannya, Israel mengatakan pasukannya masuk untuk memindahkan batu-batu yang telah dikumpulkan untuk mengantisipasi kekerasan.
Bentrokan tersebut datang pada waktu yang sangat sensitif.
Ramadhan tahun ini bertepatan dengan Paskah, hari libur utama Yahudi selama seminggu yang dimulai pada hari Jumat saat matahari terbenam, dan pekan suci umat Kristen, yang berpuncak pada hari Minggu Paskah.
Liburan ini diperkirakan membawa puluhan ribu orang ke Kota Tua Yerusalem, rumah yang dianggap suci oleh ketiga agama.
Video yang beredar online menunjukkan polisi Israel menembakkan gas air mata dan granat kejut.
Sementara warga Palestina melemparkan batu dan kembang api ke lapangan luas di sekitar masjid.