PLN
Konsumsi Listrik Maluku Utara Triwulan Satu Capai 21,68 persen
Aktivitas sektor industri dan bisnis di Provinsi Maluku dan Maluku Utara kini kembali menggeliat.
Penulis: Laode Havidl | Editor: Mufrid Tawary
TRIBUNTERNATE.COM- Aktivitas sektor industri dan bisnis di Provinsi Maluku dan Maluku Utara kini kembali menggeliat.
Pada triwulan 1 tahun 2022 tercatat bahwa kedua sektor tersebut mengalami peningkatan di sisi konsumsi listrik.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Maluku dan Maluku Utara (UIW MMU), Adams Yogasara, Rabu (20/4/2022) mengatakan, untuk sektor industri sendiri konsumsi listriknya pada triwulan pertama tahun ini mencapai 4.913.486 Kilowatt hour (kWh).
Atau tumbuh sebesar 21,68 persen, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya yaitu mencapai 4.038.132 kWh.
“Kemudian disusul oleh sektor Bisnis sebesar 59.293.650 kWh atau naik sebesar 6,07 persen, dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 55.902.423. Ini menunjukan bahwa pada awal tahun ini sektor Industri dan Bisnis di Maluku Utara mulai kembali bangkit dan menggeliat jika dibandingkan dengan tahun 2021 kemarin”, ujar Adams.
Baca juga: Dua Desa di Halmahera Utara Akhirnya Dapat Menikmati Listrik PLN
Baca juga: PLN Pasok Listrik 80 MVA Untuk Dukung Operasi Smelter Antam di Halmahera Timur
Menurut Adams, peningkatan konsumsi listrik juga terjadi di sektor rumah tangga.
Yaitu sebesar 195.087.317 kWh atau tumbuh 0,56 persen pada Maret tahun ini.
Adapun untuk sektor sosial tumbuh sebesar 6,84 persen dengan konsumsi sebesar 16.722.284 kWh.
Tahun ini, PLN UIW MMU juga mencatat adanya peningkatan daya tersambung pelanggan yang pada Maret 2022 mencapai 965.082.350 Volt Ampere (VA) atau tumbuh sebesar 8,84%.
“Kami terus berfokus dalam menggencarkan berbagai program untuk peningkatan konsumsi listrik maupun penambahan daya tersambung pelanggan tersebut,”katanya.
“Mulai dari kampanye electrifying lifestyle, mendorong penggunaan program electrifying agriculture dan juga electrifying marine bagi sektor pertanian dan perikanan, hingga percepatan program Listrik Desa untuk penambahan jumlah pelanggan dan peningkatan rasio elektrifikasi,”jelasnya.
Baca juga: 11 Proyek Gede PLN di Indonesia Timur Selesai di Tengah Pandemi Covid-19, Salah Satunya di Ternate
Adams pun menjelaskan, dengan kondisi wilayah kerja PLN di Maluku dan Maluku Utara mayoritas terdiri dari lautan.
Tentu aktivitas di sektor perikanan dan kelautan menjadi salah satu primadona kegiatan usaha di kedua provinsi ini.
PLN pun menghadirkan Anjungan Listrik Mandiri (ALMA) sebagai bentuk konkret dari program Electifying Marine PLN dalam memberikan kemudahan bagi pelaku usaha perikanan dan kelautan terkait kebutuhan layanan listrik.
Disamping itu tentunya kehadiran ALMA ini dapat mendukung efisiensi operasional pelaku usaha transportasi kelautan.
Program ini pun semakin diminati.
“Total kami telah menyediakan 16 unit ALMA di berbagai pelabuhan di Maluku dan Maluku Utara.” Pungkasnya. (*)