Minggu, 26 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Konflik Rusia vs Ukraina

Rusia Peringatkan Dunia soal Risiko Perang Nuklir dalam Konflik Rusia vs Ukraina: Bahayanya Serius

Menlu Rusia, Sergei Lavrov mengimbau seluruh dunia agar tidak meremehkan risiko konflik nuklir yang cukup besar dalam invasi Rusia ke Ukraina.

Ramil SITDIKOV/SPUTNIK/AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin saat mengumumkan "operasi militer" di Ukraina pada 24 Februari 2022 dan meminta tentara di sana untuk meletakkan senjata mereka, menentang kemarahan Barat dan seruan global untuk tidak melancarkan perang. 

Sebagai informasi, invasi Rusia ke Ukraina yang telah berlangsung selama dua bulan adalah serangan terbesar di negara Eropa sejak 1945.

Perang ini telah menyebabkan ribuan orang tewas dan terluka, kota-kota menjadi puing-puing, dan memaksa lebih dari 5 juta orang mengungsi ke luar negeri.

Moskow menyebut tindakannya sebagai "operasi khusus" untuk melucuti senjata Ukraina dan melindunginya dari fasis.

Ukraina dan Barat mengatakan ini dalih palsu untuk perang agresi tak beralasan oleh Presiden Vladimir Putin.

Anggota layanan Ukraina terlihat di lokasi pertempuran dengan kelompok penyerang Rusia di ibukota Ukraina, Kyiv, pada pagi hari 26 Februari 2022, menurut personel layanan Ukraina di tempat kejadian.
Anggota layanan Ukraina terlihat di lokasi pertempuran dengan kelompok penyerang Rusia di ibukota Ukraina, Kyiv, pada pagi hari 26 Februari 2022, menurut personel layanan Ukraina di tempat kejadian. (Sergei SUPINSKY / AFP)

Diketahui, pekan lalu Moskow telah melancarkan serangan besar-besaran untuk merebut provinsi timur Ukraina yang dikenal sebagai Donbas.

Hal ini dilakukan Rusia setelah mereka gagal merebut Ibu Kota Ukraina, Kyiv.

Apabila Rusia berhasil mengambil Donbas maka ini akan menghubungkan wilayah yang dikuasai oleh separatis pro-Rusia di timur dengan wilayah Krimea yang dicaplok Moskow pada tahun 2014.

Pada Selasa (26/4/), staf umum Ukraina mengatakan bahwa serangan Rusia berlanjut di wilayah Kharkiv timur dengan pasukan mereka yang berusaha maju menuju Zavody.

Kementerian Pertahanan Rusia sebelumnya mengatakan bahwa rudalnya telah menghancurkan enam fasilitas yang menggerakkan jalur kereta api yang digunakan untuk mengirimkan senjata asing ke pasukan Ukraina di wilayah Donbas.

Namun, laporan tersebut belum bisa diverifikasi oleh Reuters.

Baca juga: Tak Takut Temui Vladimir Putin, Presiden Ukraina Ingin Gelar Pertemuan untuk Minta Perang Diakhiri

Baca juga: Rusia Peringatkan AS untuk Berhenti Memasok Senjata ke Ukraina, Tegas Akan Beri Konsekuensi Keras

Namun, kepala perusahaan kereta api Ukraina mengatakan bahwa satu pekerja kereta api telah tewas dan empat terluka karena serangan rudal Rusia di lima stasiun kereta api Ukraina pada Senin (25/4).

Di sisi lain, Komando Militer Ukraina di sektor selatan dan timur mengatakan bahwa pasukannya telah menangkis lima serangan Rusia dan menewaskan lebih dari 200 prajurit Rusia.

Selain itu, lima tank juga hancur bersama dengan delapan kendaraan lapis baja.

Kementerian pertahanan Inggris melalui Twitter mengatakan bahwa kota Kreminna telah jatuh oleh pertempuran sengit di selatan kota Izium, ketika pasukan Rusia mencoba maju menuju kota Sloviansk dan Kramatorsk.

Namun, lagi-lagi Reuters tidak dapat memverifikasi laporan tersebut, baik dari Ukraina atau Rusia.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved