Ini Kisah Adil Makmur yang Lakoni Profesi Dokter dan Barista di Pulau Morotai
Selain dokter dan kepala puskesmas, ia juga berprofesi sebagai barista di Pulau Morotai, maluku Utara. Dia adalah Adil Makmur.
Penulis: Fizri Nurdin | Editor: Munawir Taoeda
TRIBUNTERNATE.COM - Sebenarnya, dokter dan barista merupakan dua profesi yang bertolak belakang.
Dokter mengobati orang sakit, sedangkan barista orang yang membuat minuman kopi.
Lantas, dimana persamaannya? Ya, persamaannya terletak pada orang.
Satu orang, namun mampu bekerja dengan gendre atau profesi yang berbeda.
Baca juga: Suasana Arus Mudik di Pelabuhan Speedboat Kota Baru Ternate Makin Ramai
Dia adalah dr Adil Makmur, pria berusia 36 tahun asal Makassar, Sulawesi Selatan.
Adil pertama kali menginjakan kakinya di Bumi Moro sejak 2012 silam, sebagai pegawai tidak tetap (PTT) dari Kementerian Kesehatan.
Kini, Alumni Universitas Muslim Indonesia (UMI) Fakultas Kedokteran itu menjadi Kepala Puskesmas Daruba, Kecamatan Morotai Selatan sejak diangkat menjadi abdi negera dua tahun berselang.
Adil bukan hanya sibuk menjadi Dokter, atau seorang Kepala Puskesman. Namun ada kesibukan lain dikala malam tiba.
Adil juga seorang barista pada kedai kopi pribadinya di Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan.
Dinamakan Dokter Coffee tempat berukuran 8x12 meter itu, banyak diminati anak muda, orang tua bahkan pejabat.
Tempat sederhana terbuat dari kayu setengahnya, ditutupi pakai tripleks dengan khas tersendiri.
Warung kopi miliknya tidak pernah sepi, karena menjadi lokasi nongkrong yang pas.
Mereka berdatangan mulai berkelompok, berpasangan dan juga ada ada yang sendiri alias jomblo.
Tempat itu tampaknya mereka menikmati malam panjang sesekali mereka bercerita dan tertawa lepas.
Kepada TribunTernate.com, dr Adil Makmur sedikit berkisah tentang kehidupannya.
Pada 2012 ia tiba di Pulau Morotai, Maluku Utara sebagai pegawai PTT.
"Waktu itu saya masih pegawai dari kementerian kesehatan, dua tahun setelah baru diangkat jadi PNS."
"Tempat tugas saya waktu itu di Puskesmas Bere-bere, Kecamatan Morotai Utara selama enam tahun, "ucapnya.
Adil juga menceritakan dirinya membuka kedai kopi, yang diberi nama Dokter Coffee.
Membuat sebuah kedai, merupakan ide seorang teman kepadanya.
"Saya buat Caffe ini tidak sengaja, karena ajakan teman untuk membuat sebuah tempat nongkrong."
"Saya suguhkan secangkir kopi di teman, dan seketika itu ia suka dengan kopi racikan saya, katanya enak."
"Dari situ saya mulai terpikirkan untuk buat kedai kopi, dan Alhamdulillah saya beranikan diri buat tempat ini, "cerita Adil.
Baca juga: Resmi! Maluku Utara Kebagian 489 Jemaah untuk 2022, Ini Jumlah Pembagian 10 Kabupaten dan Kota
Dari kedai kopi ini lah, ia mendapat tambahan rezeki dari profesilain sebagai Kepala Puskesmas.
"Tergantung yang datang, kalau malam minggu bisa dapat hingga Rop 1 juta. Kalau dihari biasa, Rp 400 sampai Rp 500 ribu."
Kini ia telah berkeluarga, dan dikaruniai sepasang anak dari seorang wanita asal Makassar, Sulawesi Selatan pula. (*)