Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kecelakaan China Eastern Airlines

Investigasi Kecelakaan China Eastern Airlines: Ada 'Seseorang' di Kokpit Sengaja Menukikkan Pesawat

Kecelakaan ini merupakan adalah bencana penerbangan terburuk di wilayah China daratan dalam hampir 30 tahun terakhir.

STR/AFPTV/CCTV/AFP
Tangkapan layar, diambil pada 24 Maret 2022 dari video oleh penyiar pemerintah China Central Television (CCTV) melalui AFPTV menunjukkan tim penyelamat dengan sepotong badan pesawat saat mereka melanjutkan pencarian di lokasi di mana sebuah jet penumpang China Eastern jatuh ke lereng gunung dekat Kota Wuzhou di wilayah Guangxi selatan China. 

Pada 11 April 2022 lalu, Administrasi Penerbangan Sipil China memberikan tanggapan terhadap rumor yang beredar di internet yang menyebutkan kecelakaan pesawat ini memang disengaja.

Pihak Administrasi Penerbangan Sipil China menyebut bahwa spekulasi tersebut telah "sangat menyesatkan publik" dan "mengganggu tugas investigasi kecelakaan."

Sementara itu, pihak Boeing dan NTSB menolak berkomentar kepada kantor berita dan malah mengarahkan pertanyaan ke regulator China.

Di samping itu, China Eastern tidak juga segera menanggapi permintaan komentar.

Baca juga: Spekulasi Tim Penyelamat China Eastern AIrlines: Intensitas Kobaran Api Bakar Penumpang & Barangnya

Menurut sebuah laporan dari Boeing, penyelidik tidak menemukan bukti "sesuatu yang abnormal," kata Administrasi Penerbangan Sipil China (CAAC) pada April.

Dalam sebuah pernyataan, CAAC mengatakan staf telah memenuhi persyaratan keselamatan sebelum lepas landas, pesawat itu tidak membawa barang-barang berbahaya, dan tampaknya tidak mengalami cuaca buruk.

Namun, badan tersebut juga mengatakan penyelidikan penuh terhadap insiden kecelakaan ini bisa memakan waktu dua tahun atau lebih.

Diketahui, kecelakaan pesawat terbang yang disengaja sangat jarang terjadi.

Ada hipotesis terbaru yang dibiarkan terbuka oleh para ahli, yakni: apakah tindakan itu berasal dari pilot yang bertindak sendiri atau merupakan akibat dari adanya upaya perebutan kendali atau gangguan, tetapi sumber menekankan tidak ada yang dikonfirmasi.

Pada Maret 2015, seorang co-pilot Germanwings dengan sengaja menabrakkan pesawat terbang jenis Airbus A320 ke lereng gunung Prancis, menewaskan semua 150 orang di dalamnya.

Sumber: Al Jazeera

(TribunTernate.com/Rizki A.)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved