Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Kecelakaan China Eastern Airlines

Investigasi Kecelakaan China Eastern Airlines: Ada 'Seseorang' di Kokpit Sengaja Menukikkan Pesawat

Kecelakaan ini merupakan adalah bencana penerbangan terburuk di wilayah China daratan dalam hampir 30 tahun terakhir.

STR/AFPTV/CCTV/AFP
Tangkapan layar, diambil pada 24 Maret 2022 dari video oleh penyiar pemerintah China Central Television (CCTV) melalui AFPTV menunjukkan tim penyelamat dengan sepotong badan pesawat saat mereka melanjutkan pencarian di lokasi di mana sebuah jet penumpang China Eastern jatuh ke lereng gunung dekat Kota Wuzhou di wilayah Guangxi selatan China. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pesawat Boeing 737-800 milik maskapai penerbangan China Eastern Airlines jatuh di lereng bukit berhutan di wilayah Tengxian, Provinsi Guangxi selatan.

Kecelakaan pesawat dengan kode penerbangan MU5735 itu terjadi pada Senin (21/3/2022) siang waktu setempat, sekitar satu jam setelah lepas landas.

Pesawat jatuh begitu cepat dari ketinggian jelajah 29.000 kaki.

Pesawat tersebut membawa 123 penumpang dan 9 kru, dan tengah dalam perjalanan dari Kota Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan ke Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong yang berbatasan dengan Hong Kong.

Seluruh penumpang dan kru dilaporkan tewas.

Kecelakaan ini merupakan adalah bencana penerbangan terburuk di wilayah China daratan dalam hampir 30 tahun terakhir.

Kini, penyelidikan terhadap kasus kecelakaan tersebut masih terus berlanjut.

Tangkapan layar, diambil pada 24 Maret 2022 dari video oleh penyiar pemerintah China Central Television (CCTV) melalui AFPTV menunjukkan tim penyelamat dengan sepotong badan pesawat saat mereka melanjutkan pencarian di lokasi di mana sebuah jet penumpang China Eastern jatuh ke lereng gunung dekat Kota Wuzhou di wilayah Guangxi selatan China.
Tangkapan layar, diambil pada 24 Maret 2022 dari video oleh penyiar pemerintah China Central Television (CCTV) melalui AFPTV menunjukkan tim penyelamat dengan sepotong badan pesawat saat mereka melanjutkan pencarian di lokasi di mana sebuah jet penumpang China Eastern jatuh ke lereng gunung dekat Kota Wuzhou di wilayah Guangxi selatan China. (STR/AFPTV/CCTV/AFP)

Para investigator atau penyelidik Amerika Serikat (AS) percaya ada seseorang di kokpit yang sengaja menjatuhkan pesawat Boeing 737-800 naas itu.

Hal ini dilaporkan oleh Wall Street Journal (WSJ), dikutip dari Al Jazeera.

Flight data recorder (FDR) pesawat ini ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat dan dikirim ke Amerika Serikat untuk dianalisis.

Hasil analisis FDR menunjukkan, ada orang – mungkin pilot atau orang lain yang memaksa masuk ke kokpit – yang memaksakan perintah untuk menukikkan badan pesawat.

"Pesawat itu melakukan apa yang diperintahkan oleh seseorang di kokpit," kata seseorang yang mengetahui penilaian awal oleh para ahli di Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS kepada WSJ.

Baca juga: Black Box Kedua Pesawat China Eastern Airlines Ditemukan, Seluruh 132 Penumpang Dinyatakan Tewas

Baca juga: Boeing 737 China Eastern Airlines yang Jatuh Disebut Sebagai Pesawat Teraman yang Pernah Dibuat

Baca juga: Pakar Pelajari Video Amatir Jatuhnya Pesawat China Eastern Airlines dalam Posisi Hampir Vertikal

Tangkap layar video amatir yang memperlihatkan pesawat Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines menukik tajam dengan posisi hampir vertikal. Video ini beredar di media sosial, beberapa jam setelah kecelakaan terjadi, Senin (21/3/2022).
Tangkap layar video amatir yang memperlihatkan pesawat Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines menukik tajam dengan posisi hampir vertikal. Video ini beredar di media sosial, beberapa jam setelah kecelakaan terjadi, Senin (21/3/2022). (Istimewa via The Ancestory)

Selain itu, pilot tidak menanggapi panggilan berulang dari pengontrol lalu lintas udara (ATC) dan pesawat terdekat selama pesawat naas tersebut menurun dengan cepat, kata pihak berwenang.

Satu sumber mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa penyelidik sedang mencari tahu apakah kecelakaan itu adalah tindakan yang disengaja atau "sukarela".

Sementara, tangkap layar dari laporan Wall Street Journal tampaknya telah disensor di Weibo, platform mirip Twitter China, dan aplikasi pesan WeChat pada Rabu (18/5/2022) pagi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved