Jumat, 10 April 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pesawat China Eastern Airlines Diduga Sengaja Ditabrakkan oleh Seseorang yang Berada di dalam Kokpit

Pesawat China Eastern Airlines yang jatuh di daerah pegununan Guangxi pada 21 Maret 2022 lalu diduga sengaja ditabrakkan oleh seseorang yang berada di

HECTOR RETAMAL / AFP
Pesawat China Eastern Airlines yang jatuh di daerah pegununan Guangxi pada 21 Maret 2022 lalu diduga sengaja ditabrakkan oleh seseorang yang berada di dalam kokpit. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pesawat China Eastern Airlines yang jatuh di daerah pegununan Guangxi pada 21 Maret 2022 lalu diduga sengaja ditabrakkan oleh seseorang yang berada di dalam kokpit.

Temuan ini didapatkan dari data penerbangan yang berasal dari kotak hitam pesawat China Eastern Airlines.

Temuan ini dilaporkan oleh Wall Street Journal mengutip penilaian awal pejabat AS, yang menganalisis kedua kotak hitam di laboratorium pemerintah di Washington, DC.

"Pesawat itu melakukan apa yang diperintahkan oleh seseorang di kokpit," kata sumber itu kepada surat kabar AS itu seperti dikutip DailyMail.

Menurut Reuters, para kru yang diwawancarai setelah penyelidikan mengatakan tidak menemukan indikasi kerusakan teknis.

Diketahui, saat dalam perjalanan dari Kunming ke Guangzhou, pesawat Boeing 737-800 itu jatuh menewaskan 123 penumpang dan sembilan awak, dengan total kematian 132.

Kejadian ini, bahkan disebut sebagai bencana penerbangan paling mematikan di China daratan dalam 28 tahun.

Baca juga: Kagum Lihat Rusia Bertahan dari Sanksi Ekonomi Negara Barat, China Buka Kemungkinan Invasi ke Taiwan

Baca juga: China Laporkan Kasus Flu Burung H3N8 Pertama pada Manusia, Akankah Jadi Pandemi Selanjutnya?

Jatuhnya pesawat tersebut juga mendorong China Eastern untuk mengandangkan semua pesawat Boeing 737-800 miliknya.

Namun, sebulan kemudian kebijakan tersebut dibatalkan oleh maskapai.

Sebuah laporan yang dikeluarkan pada bulan April lalu oleh Administrasi Penerbangan Sipil China mengatakan tidak ada kelainan yang ditemukan di pesawat, awaknya, atau elemen eksternal seperti cuaca buruk.

Penyelidik kemudian masih berusaha mengekstrak data dari data kotak hitam dan perekam suara yang kondisinya rusak parah.

Pada saat kecelakaan, kru tidak membuat laporan masalah sebelum kehilangan kontak dengan kontrol lalu lintas udara.

Lebih dari 49.000 potongan puing pesawat ditemukan setelah kejadian.

Butuh dua hari untuk menemukan perekam suara kokpit dan enam hari untuk perekam data penerbangan, yang terkubur 5 kaki di bawah tanah.

Pesawat Boeing 737-800 milik China Eastern Airlines, dikirim ke China Eastern dari Boeing pada Juni 2015, dan telah terbang selama lebih dari enam tahun.

Baca juga: Black Box Kedua Pesawat China Eastern Airlines Ditemukan, Terkubur Sejauh 39 Meter dari Tempat Jatuh

Baca juga: Pilot China Eastern Airlines Tak Merespon Panggilan ATC setelah Pesawat Menukik Tajam

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved